- Sesuatu yang indah mestinya menjadi pendukung dan semangat kehidupan. Tetapi yang indah itu tidak boleh mengalihkan perhatian kita kepada sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan ini, yakni Sang Keindahan sendiri. Dalam kehidupan ini kita diajak untuk menikmati dan mensyukuri keindahan, tanpa boleh melupakan dimensi kehidupan lain.
- Dalam situasi kristis, dibutuhkan kehadiran orang lain yang peka dan tanggap untuk mengulurkan bantuan. Bantuan bukan hanya dalam bentuk materi atau barang, tetapi juga dalam bentuk kehadiran dan peneguhan. Apakah kita rela menjadi utusan yang hadir dalam situasi kritis dan krisis?
- Keliru adalah manusiawi. Memaafkan adalah ilahi. Sebagai manusia kita dengan mudah bisa mengalami kekeliruan bahkan kesalahan dan dosa. Namun, rahmat pengampunan dan kasih dari Bapa yang mahamurah senantiasa berlimpah kepada kita.
- St. Petrus pernah menulis nasihat yang sangat tegas. Berjaga-jagalah dan waspadalah, sebab setan musuhmu mengincarmu seperti singa yang mengaum mencari mangsanya. Lawanlah dia dengan berteguh dalam iman. Sebagai manusia kita diajak untuk selalu ronda dan berjaga-jaga, apapun resiko yang harus kita tanggung, demi fajar kehidupan kekal yang dijanjikan kepada kita.
- Dalam kehidupan memang kerap ada dua atau tiga atau lebih yang mirip. Namun, sebetulnya yang mirip itu tudak sama sekali berbeda. Itulah isyarat keunikan dalam kehidupan. Setiap orang memiliki keunikan yang membedakan satu dengan yang lainnya. Kita diajak untuk menghargai keunikan satu sama lain.
- Dalam komunikasi dengan sesama, salah tangkap itu biasa. Namun, dalam hal-hal yang serius, salah tangkap pemahaman bisa menimbukan persoalan yang serius pula. Agar tidak salah tangkap, tentu kita harus memperhatikan penuh apa yang dikatakan dan dimaksudkan orang lain itu kepada kita. PER – HA – TI – AN, itulah yang diperlukan dalam membangun komunitas yang baik dengan sesama manusia.
- Menjadi orang bijaksana dan penuh pemahaman memang tidak mudah. Menunjukan kebijaksanaan dan pemahaman seperti Allah Bapa yang memahami putra-putri Nya yang lemah dan berdosa menjadi dambaan kita semua.
- Kalau kita berbuat kesalahan, pasti yang rugi bukan kita sendiri. Orang lain pun akan terkena imbas kesalahan kita. Maka, semakin kita berbuat banyak kesalahan, semakin banyak orang yang dirugikan. Semakin kita hati-hati dan benar, semakin banyak orang pula akan mengalami kebenaran. Inilah yang dalam teologi disebut dosa asal. Kesalahan Adam dan Hawa diperhitungkan pula melekat pada setiap manusia. Namun, dosa asal itu telah dilebur oleh kebenaran satu pribadi yakni Yesus. Maka, baptisan sebagai wujud dan ungkapan penerimaan Yesus Kristus menghapus dosa asal itu dari kehidupan kita.
- Dalam psiokologi ada yang namanya kesadaran dan bawah kesadaran. Kerap kali, kita dikuasai oleh kebutuhan-kebutuhan bawah sadar yang kalau direnungkan dalam terang kesadaran akan membuat kita mengalami konflik batin. Namun, justru konflik itu kalau diolah secara benar, akan menghasilkan sebuah keputusan yang bersih dan jernih, terutama kalau diterangi oleh kebenaran objektif, apalagi nilai-nilai injil.
- Dalam kehidupan rohani, kita mengenal istilah lepas bebas. Lepas bebas adalah sikap dan semangat mengikuti Yesus Kristus tanpa terikat oleh apapun yang ada di dunia. Lepas bebas beratri berani melepaskan segala sesuatu yang dicintai demi kepentingan yang lebih luas, sebagai kehendak Allah Bapa dalam kehiudpan kita.
- Tanda-tanda panggilan Tuhan kerap kali memang tidak tampak dalam peristiwa-peristiwa yang besar dan luar biasa. Tanda-tanda panggilan itu tampak dalam peristiwa sederhana dan sehari-hari. Keinginan bisa merubah menjadi penghayatan. Dalam keinginan dan kerinduan itulah kita menemukan benih panggilan yang ditabur dalam hati kita.