Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)
Tampilkan postingan dengan label All about me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All about me. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2014

Akhir?? Bukan!! Tapi Hidup Baru!!

Ya, postingan ini telah saya tetapkan sebagai postingan terakhir bagi seminaristangguh. Saat ini keadaan saya sedang dalam keadaan yang dapat dikatakan "sudah jatuh ketiban tangga." Mengapa? Jelas, saat ini saya bukan seorang sminaris lagi, saya bukan biarawan lagi, dan saya bukan kaum berjubah lagi terhitung dari tanggal 15 Juni 2014. Saya ditolak untuk melanjutkan kehidupan sebagai seorang biarawan yang mengikrarkan ketiga kaul. Sederhana alasannya, karena diri saya sendiri yang telah mengacaukan kehidupan saya dan tidak mencerminkan sebagai seorang biarawan. Saya memang menyesal, tetapi saya tahu bahwa ini adalah jawaban yang sebenarnya saya butuhkan. Saya bersyukur kepada Tuhan atas hal ini. Saya merasa bahwa memang inilah yang harus saya dapatkan. Namun ada satu hal yang membuat saya terganjal dalam melangkah ke kehidupan yang lebib baik.

Oke, saya adalah manusia biasa saat ini. Saya mungkin termasuk satu dari berjuta-juta orang di Indonesia yang menjadi pengangguran. Saya pun bukan mahasiswa. Status yang ada adalah lulusan SMA. Nah, hal ini bukan jadi masalah. Kembali pada diri sendiri. Saya memiliki psikologi yang kurang baik. Saya menerima ini dan saya mulai menyadari ini. Hal yang membuat saya seperti ini adalah keadaan dan kehidupan saya yang terlalu mengikat segala masalah di masa lalu. Ya, saya selalu saja terbawa akan emosi masa lampau. Ada masalah yang tidak bisa saya selesaikan hingga saat ini, dan bahkan, saat ini masalah tersebut semakin runyam dan sulit diselesaikan.

Yup, tidak baik mengisahkan kembali masalah yang ada. Saya sendiri sering mengatakan itu kepada banyak orang. Saya harus menghadapi masalah itu dan yang utama adalah masalah saat ini. Saya tahu bagaimana perasaan seorang anak yang kehilangan cita-cita ditambah keluarga yang benar-benar parah. Ibu yang mengurus segalanya, dan bapak yang memiliki istri baru tanpa diketahui satu keluarga kecuali saya sebagai anak pertamanya. Ini semua menjadi akhir yang cukup menarik bagi mantan seminaristangguh saat ini. Memang tidak mudah dan sulit, tetapi hidup adalah hidup. Apapun yang terjadi ya terjadilah. Motto seperti ini memang konyol rasanya, seperti pasrah apa adanya. Tetapi bukan itu maksudnya. Yang terjadi adalah yang terjadi, tetapi bukan berarti yang terjadi menghentikan langkah. Saya secara pribadi sedang bergulat dengan hal-hal ini. Saya pun mengakui bahwa pasrah itu ada gunanya. Tetapi bukan pasrah total, saya berusaha memperbaiki perasaan, hati, pikiran, dan emosional. Saya harus menemukan jalan keluar menjadi orang atau manusia baru. Ya, saya akan berusaha dan memperbaiki diri. Saya memiliki impian walau salah satu jalan impian itu harus berhenti. Banyak jalan menuju Roma, berarti ada banyak jalan meraih impian. Inilah yang akan saya lakukan. Tetap berjalan dan tidak boleh menyerah begitu saja. Yup, dengan kata lain, saya akan meninggalkan blog ini dan menempuh hidup baru. Terima kasih pada postingan-postingan yang telah tertulis karena semua adalah pengolahan hidup pribadi saya. Jelas ini akhir. Bukan akhir segalanya, tetapi akhir menempuh hidup baru. Thanks for everything.

Rabu, 04 Juni 2014

Bimbang, resah, dan gelisah
Haaah, makanan sehari-hari
Ujian sana sini maupun keputusan hidup
Apa yang terbaik untuk diri ini?

Terbayang sudah harapan yang membahagiakan
Bisakah sampai ke sana?
Mungkin butuh usaha yang serius
Longgarkan hati dan pikiran adalah jalannya
Terbuka bagi kehidupan

Dunia nyata perlu dialami
Bukan sekedar bernapas
Tetapi perlu mencari makna
Apa sih masalahnya?

Dua dunia satu hati
Banyak pikiran satu tujuan
Satu tali banyak simpul
Satu harapan banyak jalan

Yaaah, entah mengapa hari ini rasanya galau. UAS tinggal satu matakuliah di hari Jum'at esok. Besok waktu kosong. Seharusnya sih hari ini senang karena ujian yang sulit-sulit sudah terlampaui. Tetapi entah, ada apa dengan diri ini? Rasanya seperti melayang. Jantung terus berdebar dari sore hingga malam ini. Apakah ada firasat? Ataukah akan terjadi suatu hal yang biasa disebut kabar buruk? Fiuuhh, tidak tenang. Jelas tidak tenang malam ini. Mau berbicara dengan seseorang, tetapi ada yang menahan diri ini. Tiada perasaan lain hanya jantung berdebar, agak cemas, selalu gelisah dan yang jelas tidak nyaman. Kekosongan menghampiri dan sungguh, teman saat ini hanya rokok. Tapi tumben, tiada efek, biasanya langung tenang, tetapi ini semakin membuat gelisah. Paradigma bergerak. Banyak pikiran. Ada yang tentang inilah, itulah, dan sebagainya. Tidak jelas. Rasanya tiada satupun dari kehidupan yang ada saat ini harus dipikirkan. Tapi kegelisahan terus ada. Menulis inipun dengan perasaan tegang dan jantung berdetak kencang. Ada apa? Mau matikah? Haaah, mungkin ini yang namanya mulai menerima hidup.

Senin, 02 Juni 2014

Ok, tapi NO!

Ceritanya lagi di kampus, nunggu ujian dimulai. 

Percakapan absurd dimulai: "Yang benar aja bos? Kesulitan saat ini gak nentuin kehidupan lo keles!"

yup, ini kata salah seorang temen kuliah ke gw yang puyeng mampus gara-gara UAS dan nasib hidup ke depan. Bukan cuma dia, gw juga ahaha. Rasanya sih saat ini macam gado-gado dicelup dalam saus stroberi yang diberi citra rasa bumbu masakan padang, dan wow, jadilah sampah, siapa mau makan, hehehe. Oh ya sebenarnya bukan apa-apa sih, cuma rasanya beda aja. 

"Tiga hari lagi coy UAS selesai, wonten menopo? Emang kon damel opo ning dalu saking bengi? 'Ra sinau bro?", tanya dia lagi. "Wong aku 'ra popo bos, nanging sing wonten yo kabeh, sinau kaliyan mikir kathah urip mawon.Wes sing penting aku galau, hestage aku ra popo lah, ahaha", jawab gw.  

Eh, jawaban dari dia ngeselin, "Hidup=belajar, belajar=hidup, yo wes kitu, ra ono sing lain. Nanging beda kaliyan tresno?". "Bah, macam mana pula kau? Opo maksudmu? Sing ene ning ndasmu yo tresno kabeh. Pie ta cuk?", jawab gw. "Aku iso ndelo'e elo (ngomong "lo" dengan logat jawa yang kentel mampus). Wes, aku tau", katanya sok tau. Ya gw jawab aja, "Men, dunia lo tu terlalu sederhana buat gw. Gw sendiri males mikir gituan lagi. Serius dah, mendingan lepas itu dulu, terus gimana ama hidup lo ke depan? Masih mikir hal-hal metafisis aje lo!". 

Ahaha, dia ketawa dan waduh, gw ngerasa aneh dah pas itu. Ternyata banyak temen-temen yang lagi mikir hal yang sama dengan gw. 

"Bukan bos, maksud aku ya pasti lo punya passion...," belom selesai ngomong, gw sahut secepat petir. "Passion impossible yak?" dan sontak beliau ngamuk, "Ojo ngono mas, yo aku iki serius. Kon iku musti transfer tresno dhateng passion."

 Gw mikir, dan bener juga ya. Ya gw sih ok ok aja untuk passion, tapi NO untuk passion yang ngabisin waktu yang gak guna. 

Yah, kalau dipikir-pikir, gw ini terlalu banyak kontradiksi. Pemikiran gw selalu kontradiktoris dengan apa yang gw jalanin. 

"Wes bro, ojo nangis nggih!" suruh dia ke gw. "What? Opo? Naon eta teh maksudna? Abdi teh ncan kitu. Kon iku sing 'ra 'oleh nangis karo ceritaku wahaha," jawab gw.

Yup, akhirnya gw mikir dari keabsurdan yang terjadi. Biasalah omongan yang baru belajar filsafat dan tergila-gila karena pemahaman yang semakin luas. Tapi jujur aja, gw sih ok, tapi NO!

Minggu, 27 April 2014

C'mon Boy!!!

Hueeee.......Hikss.......Huuhuuhuu.......Hwehwe.......
Rasanya mau nangis kenceng-kenceng. Males banget rasanya kuliah. Liburan diakhiri dengan mengerjakan 3 paper yang gak main-main banyaknya. Tiga hari bertengger di bangku kamar cuma buat nulis di depan komputer temen. Mata bengkak euy. Haaaaah, dasar filsuf, kerjaannya kalau gak nulis, mikir tinggi-tinggi. Oke, gw harus semangat lagi untuk kuliah. Rasanya sedih padahal masih mau buat cerpen soalnya banyak inspirasi satu minggu ini. Yup yup, harus semangat. Perlu stimulun nih. Apa ya? Gw lagi kangen makan nasi goreng di pinggir jalan, hehehe. Tapi susah keluar. Ah biarlah! Yang penting besok menikmati apa yang harus dinikmati. Oh ya, rasanya ada yang kurang, apa ya? Hmmm, semoga semangat aja deh :D

Rabu, 23 April 2014

Waaah, Diriku Masuk Nominasi.....

Ya ya ya, ahahaha. Gw masuk nominasi di sini. Nominasi ini diadakan untuk menunjukkan seberapa tua teman kita, ahaha. Gw dianggap orang yang paling tua di tempat ini, ahaha. Ini sungguhan! Katanya ada yang melihat dari belakang, kalau gw jalan itu mirip bapak-bapak. Model rambut, cambang, jenggot, kumis, sepatu  dan gaya berpakaian mirip foto ayah-ibu mereka di tahun 80-an. Ahaha, padahal umur gw 21, jalan 22. Gila aja kaleee....Dan yang di bawah gw tuh ada 3 orang lagi, dan umur mereka memang tua. Pokoknya tua sungguhan. Yang paling tua berumur 38, lalu 36, dan 29, dan gw pantes disebut anak oleh yang 38 tahun, lae (bahasa batak untuk memanggil adik ipar atau kakak ipar) sama yang berumur 36, dan adik oleh yang berumur 29 tahun. Waah gawat nih, ahaha. Tetap saja, komunitas memberi poling tertinggi untuk gw. Gw!?!?! Tertua di komunitas ahahaha. Cuma gara-gara gaya gw sehari-hari, gw udah masuk nominasi. Ah, yasudahlah! Hehehe, yang penting tetap diperhatikan sama komunitas :D.

Selasa, 22 April 2014

Vampir

Rasanya aku seperti seorang vampir. Diriku ini amat senang dengan suasana malam. Indah, terang, dan nyaman. Ya, aku peminum darah. Darah kebebasan, bukan darah manusia. Mengapa? Aku tidak akan bisa merasakan matahari jika aku meminum darah manusia. Aku hanya meminum darah kebebasan. Tetapi, mengapa banyak manusia yang menghindar dariku?

Jelas aku vampir. Begitu menakutkan. Tiada seorang pun yang berani dekat denganku. Hanya, ketika aku diam, mereka tidak tahu, baru mereka berani dekat denganku. Aku termasuk sosok yang dingin. Bukan karena peminum darah, tetapi karena aku vampir bersosok manusia. Punya hati, jantung, otak, dan yang berbeda hanya asupan nutrisi yang kuterima. Aku haus darah. Tapi bukan darah manusia. Aku punya hati terhadap manusia. Aku tidak akan mengusik mereka. Akupun hanya diam.

Aku hidup bersama manusia biasa. Aku tahu bahwa masih banyak vampir lain yang hidup selain aku. Tapi, itulah yang mereka gunakan. Diam, tak memberi tahu jati dirinya. Manusia biasa pun tak tahu mereka ada di sekelilingnya. Setidaknya, ini membuktikan kedamaian antara kaum manusia vampir dengan manusia biasa. Dan, tiada satu surat kabarpun yang menulis tentang manusia yang digigit vampir. Hingga peristiwa itu terjadi. Peristiwa yang mengecewakanku sebagai vampir.

Seorang manusia mati tergeletak di pinggir jalan. Ia dinyatakan tewas setelah digigit vampir. Manusia pun mulai ketakutan. Aku terancam. Manusia mulai untuk membasmi kaumku. Aku tidak kuasa untuk menampilkan diriku di hadapan umum. Jika aku keluar, aku akan dicemoohi dan dilempari. Aku bagaikan monster di mata mereka. Tidak, bukan aku saja, tapi kaumku. Mereka tidak paham. Mereka hanya takut. Dan saat itu, jelas aku dicap sebagai penyembah dewa kalelawar, bukan kupu-kupu. Sekali lagi, aku terancam.

Aku ingin pindah dan menetap di suatu tempat yang tak ada manusia. Tapi aku merasa percuma. semua itu percuma. Aku tetaplah dicap sebagai monster pembunuh. Haus darah! Padahal, aku tidak meminum darah manusia. Ya, rasanya tiada harapan hidup. Aku ingin mati. Mati pun tidak bisa. Tetap saja ada orang yang tidak tahu identitasku dan menolongku dari beragam uji coba bunuh diri. Yah, walau vampir, aku tetap "manusia". Orang-orang yang menolongku mau menjadikanku sahabat. Memang benar, mereka mau membantuku, memperhatikanku, dan melindungiku. Aku bisa tersenyum. Aku mulai tertolong. Hingga saat itu tiba. Aku mengaku kalau aku vampir.

Mulailah gejolak hati nan pedih. Amat pedih. Bagai tertusuk pedang bermata dua. Aku ditinggal orang-orang yang baru saja menjadi sahabatku. Mereka takut! Padahal di situ, aku mengenal senyum, tertawa, kehangatan, rasa pahit, asam, asin, dan manis, serta cinta. Tapi mau bagaimana lagi? Aku penganut kalelawar penghisap darah, bukan kebebasan. Ya, karena berita itu! Berita yang menyudutkan kaumku! Lalu, apa jalan yang terbaik? Kosong. Sendiri. Sepi. Diam!

Akupun tetap berjalan. Aku menyusuri kota di malam hari. Aku melihat dunia manusia biasa. Indah, begitu banyak warna. Tak terasa, akupun bisa menangis. Aku tersedu di bawah langit malam dan jalanan yang sepi. Aku tahu aku vampir. Aku meminum darah. Darah kebebasan. Bukan darah manusia. Aku bisa hidup seperti manusia biasa. Tetapi, mengapa manusia biasa tiada yang mau memahamiku?

Peyesalan terus berlanjut. Aku kecewa akan identitasku. Aku mulai dirajut kesuraman dunia. Mengapa aku terlahir sebagai vampir? Mengapa aku selalu dianggap monster? Mengapa aku bukan penganut kupu-kupu indah di taman bunga? Mengapa mereka melihatku bagai kalelawar penghisap darah? Aku hanya bisa diam. Diam tanpa suara. Diam dengan air mata yang terus meleleh. Diam, dan terdiam.

Beritapun mulai tersebar di pagi hari. Berita hangat dan masih baru. Manusia yang tewas di berita sebelumnya, ternyata mati bukan karena vampir. Manusia mulai menangkap pembunuhnya. Ternyata manusia biasalah yang membunuhnya. Mereka membunuh dengan mengatasnamakan vampir. Mereka takut dihakimi sesamanya. Vampir menjadi kambing hitam. Diriku pun mulai tenang. Tetapi, masih banyak yang belum percaya padaku, seorang vampir peminum darah. Darah kebebasan. Mereka masih menganggapku monster.

Aku mulai panas. Aura vampir sejatiku pun mulai tampak. Aku tidak tahan akan kesalahpahaman. Akupun berdiri di hadapan semua orang, manusia biasa. Aku mengatakan semuanya di depa mereka, para manusia biasa. "Aku adalah vampir. Vampir haus darah! Darah kebebasan! Darah murni, bukan darah kotor manusia. Aku tidak membunuh manusia biasa. Manusia biasalah yang membunuh sesamanya! Aku memang monster. Monster yang sama dengan manusia. Punya hati, pemikiran, rasa, lapar, dan cinta. Tetapi aku bukan kupu-kupu. Aku tidak menghisap madu. Aku menghisap darah. Darah kebebasan, bukan darah manusia." Akupun beranjak pergi  setelah berdiri di hadapan manusia yang berjumlah jutaan. Kaumku, para vampir lain, hanya menangis terharu. Mereka pun pergi. Tinggal manusia biasa yang ada di sana. Giliran mereka terdiam. Bisu! Entah berpikir atau makin takut. Mereka mulai diam.

Pagi pun mulai merekah. Matahari mulai mencercah jiwa sepi. Akupun memberanikan diri keluar dari kegelapan. Ribuan, tidak, jutaan manusia menungguku di luar. Mereka menangis dan meminta maaf. Aku terhenyak diam. Tidak mengerti. Mereka sadar. Aku bukan pembunuh. Merekalah pembunuh. Sahabat mereka sendiri mati karena mereka hisap darahnya. Bukan aku. Aku penghisap darah. Darah kebebasan.

Akhirnya, aku bisa hidup. Hidup sebagai vampir yang berperikemanusiaan. Aku kembali hidup di antara mereka. Inilah mimpiku yang terwujud. Aku bisa bebas. Bebas seperti kupu-kupu. Aku adalah kalelawar. Kalelawar dengan kupu-kupu di dalamnya. Aku tidak takut mentari, bahkan rembulan. Aku mulai dianggap. Aku bisa merasa, mencinta, dan hidup. Aku adalah vampir. Haus akan darah kebebasan, bukan darah manusia biasa. Kini semuanya membaik. Tiada perbedaan. Sebab, aku vampir. Manusia vampir. Vampir yang kemanusiaan. Bukan manusia yang kevampiran. Ya, aku bahagia. Bebas. Tiada kesulitan. Aku mulai hidup. Hidup sebagai manusia biasa. Ini berkat darah! Darah kebebasan! Darah yang telah membawaku diam! Ya, sekali lagi, aku vampir. Vampir manusia. Dengan darah kebebasan!

Aku menakutkan
Aku menyeramkan
Aku peminum darah
Darah kebebasan
Bukan darah manusia

Vampir
Itulah aku
Aku sendiri
Walau aku seperti mereka
Manusia biasa

Aku bisa berpikir
Aku tahu keberagaman
Aku merasakan cinta

Tapi aku vampir
Vampir yang menakutkan
Tiada yang menghampiriku
Selain para sesamaku

Diam
Aku terus diam
Hingga waktunya tiba

Dunia tidak menerimaku
Hingga akhirnya mereka tahu
Aku kalelawar berhati kupu-kupu
Bisa terbang
Menghisap darah madu
Darah kebebasan
Bukan darah manusia

Ya, aku vampir
Vampir manusia
Bisa merasa
Bisa mencinta
Bisa bersama
Karena aku
JUGA MANUSIA


(Terinspirasi dari komik "Orange Marmalade")




Nikolaus P.T.

Ter......

Okay. Gw nggak tau nih. Ada yang aneh dengan zaman ini. Sore ini hujan baru berhenti, tapi kok nggak bisa liat pelangi yah? Ahh, padahal gw rindu ngeliat pelangi. Fiuuh, gak apa. Oh ya, gw baru selesai baca komik yang di mana tuh komik adalah satu-satunya yang bisa bikin gw nangis di depan komputer (soalnya gw baca diinternet). Ceritanya sih tentang kehidupan seorang gadis vampir. Gw bukan nangis karena soal hidup percintaannya, tapi gw lihat sisi kemanusiawiannya. Bayangkan! Vampir yang notabene manusia, memiliki perasaan yang sama dengan manusia, adalah peminum darah. Tapi yang satu ini beda, karena vampir tidak akan bisa keluar dari rumah dan terkena cahaya matahari bila dia meminum darah manusia. Jadinya dia minum darah babi. Yup. Saya senang endingnya. Gimana tidak? Manusia takut dengan vampir hanya karena peminum darah. Coba pikir mengapa vampir minum darah? Karena dari situasi dan kondisinya serta keluarganya yang memang turun menurun peminum darah. Walau bukan darah manusia, tetapi tetap mereka adalah vampir. Tapi mereka bisa hidup bersama manusia, bahkan bisa memiliki rasa dengan manusia. Wow, padahal manusia jika mendengar vampir tidak akan pernah mau mendekatinya. Bayangkan diri kita sendiri! Manusia, yang hidup dengan manusia, masih ada aja yang saling membunuh, mencemooh, korupsi, dan perbuatan negatif lainnya terhadap sesama manusia. Yah itulah dunia. Hehe. Tapi rasanya hari ini gw mulai merasa kekosongan yang luar biasa. Ada apa ya? Haaaah, seandainya gw bisa berpikir dengan lebih baik. Ahaha, bukan saatnya galau. Fiuuh, rasanya hanya ingin menuangkan isi hati dalam blog ini, tetapi sulit menulisnya. Ada beribu-ribu tulisan akan perasaan yang ingin gw tulis. Tapi saat ini gw sedang berpacu dengan waktu. Jadi, gw hanya bisa tulis di buku pribadi, bukan di sini. Okay, keep moving boy!

Independen

Yah, sebenarnya judul postingan ini gak terlalu gw suka, soalnya serapan sih, macam bangsa Indonesia gak punya bahasa ibu. Tapi gw gunakan jugalah biar gak ketinggalan zaman. Okay, sebenarnya gini, kata independen ini mengungkapkan sebuah kepribadian seseorang yang bebas. Gw pengen hidup bebas. Bebas dari segala macam ini itu, tiada yang terlalu mengatur langkah yang ingin gw capai. Lalu, kenapa banyak orang yang gak percaya sama gw? Padahal gw jelas-jelas ingin bebas. Mereka malah mengejek, mencemooh, main belakang, yah, tapi gw saat ini hanya bisa diam. Apakah independen yang berarti bebas atau berdiri sendiri ini selalu diidentikkan dengan diam? Sampai kapan? Seandainya gw punya senjata proton, ingin rasanya memusnahkan orang-orang yang menghalangi kebebasan gw, gak peduli mau saudara sendiri ataupun teman dekat. Rasanya dunia gw mulai diliputi keadaan yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Mengapa keinginan gw selalu dihalangi banyak orang? Kenapa setiap langkah gw dibatasi oleh teman sendiri yang katanya satu angkatan satu keluarga satu komunitas? A***ng lah semuanya. Gw lebih bahagia tinggal di kamar, berteman dengan sepasang cicak dengan satu cicak muda yang selalu meminum kopi bekas yang gw seduh, tokek yang bersembunyi di balik lemari baju pun memberikan nyanyian merdu setiap malam, apalagi semut kecil yang membersihkan remah-remah snack gw yang jatuh di lantai. Beda dengan orang yang sok perhatian dengan gw di tempat ini. Bisanya menyudutkan orang, hingga gw sendiri hilang kepercayaan terhadap mereka. Salahkah jika gw bersikap independen? Salahkah kalau gw punya hidup yang beda dari yang lain? Salahkah kalau gw aneh atau suka berjalan sendiri sesukanya? Dunia luas bung, percuma kalau kita menginginkan orang lain memiliki keinginan yang sesuai dengan keinginan kita sendiri. Untung gw udah pengalaman soal begini. Namun satu hal, tiada yang boleh merasukki diri gw saat ini. Gw hanya diam dan menunggu. Apa yang diinginkan seluruh manusia yang ada di sekeliling gw terhadap pribadi atau diri gw? Gw gak tau. Gw hanya menunggu dan diam. Gw menunggu saat-saat untuk mukul orang. Mau teman kek mau saudara kek, pokoknya apa yang gw terima gw akan beri dua kali lipat. Memang kalau dipikir-pikir gw ini kaum religius dalam komunitas religius. Tapi kalau komunitas pun macam begini? Cih, ada saatnya. Ingat saja, ada saatnya! Gw belum mengutuk orang lagi! Temankah jika mendiskriminasi satu orang? Heh, gw hanya ingin mengatakan, siapakah yang akan tertawa di akhir!

Persahabatan bukan sekedar ucapan, tetapi juga pembuktian.
Dunia yang tidak menghargai kebebasan perlu ditanyakan keadaannya.
Tiada yang bisa merubah orang kecuali orang itu sendiri.
Mengatasnamakan iman? Jangan MUNAFIK! (Gw benci kata ini!)
Diam! Bukan berarti takut! Dalam diam, 1001 cara telah ditemukan untuk melancarkan serangan!

Jadi, membingungkankah saya?

Rabu, 09 April 2014

Hehehe

Hari ini bisa dikatakan "MENYENANGKAN!!" Ahaha, libur nasional yang membuat hati bahagia ini membawa diri gw sendiri pada keinginan untuk meraih kebebasan. Oh iya, hari ini gw ikut nyoblos yang pertama kali. Seru juga, walau kagak ada yang gw kenal siapa aja calonnya. Yup yang penting udah gw buktikan kalo gw ini warga NKRI yang baik. Oh ya, terus setelah bangun dari tidur siang, gw ketemu sama seorang romo bule, dari itali. Wooaaaw, gw gunakan kemampuan speaking gw, dan ternyata dia bisa bahasa Indonesia. Tapi giliran gw pake bahasa Indonesia dia malah pake bahasa inggris ahahaha. Setelah dia pulang, kebetulan aja waktu kosong masih tersedia, dan lama banget. Akhirnya gw ngajak temen-temen nyari tempat jual gorengan biar sambil nongkrong di sore hari. Yup, setelah patungan ternyata ada 7 orang yang jalan. Ternyata, untuk mencari gorengan bisa dikatakan hampir 4 km muter-muter gak dapet-dapet. Akhirnya sih dapet, dapet gorengan plus martabak manis, ditambah lagi dapet capeknya, tapi dapet asiknya juga. Ahaha, seneng banget hari ini. Tambah lagi malem ini nonton video bareng komunitas, nggak tau film apa, tapi yang jelas film terbaru. Dan besok, kita semua ke Surabaya. Wehehehe, jalan-jalan terus. Jadi, saatnya meraih kegembiraan lain :D. Thanks to You, God Almghty!

Selasa, 18 Maret 2014

SIAL (terus)!!!

Bayangkan! Hari ini berturut-turut saya tertimpa musibah. Dari bangun pagi sampai pada saat mau nulis blog ini. Begini kisahnya. Bangun pagi yang diharapkan adalah jam 3 soalnya hari ini UTS Kosmologi. Walau 2 bab, tapi satu babnya sekitar 10 pemikir yang harus dihapal jalan pikirannya. Eh ternyata bangun jam 5 kurang 15 dan aduhai, 30 menit doang belajar 2 bab yang pada akhirnya gak tau apa yang dipelajari. Lalu setelah makan pagi maksudnya mau belajar, ternyata oh ternyata! Gw kebagian tugas nyapu halaman. Wadehel! 20 menit hilang dan ujung-ujungnya gw gak belajar sama sekali. Lalu pada saat kuliah, jam pertama gw masuk kelas bahasa inggris. Tiba-tiba nama gw dipanggil : "Andre, ada apa denganmu?" What the mean???? Pas gw liat, ternyata hasil UTS gw 38,25!!!!!! Whoaaaaa, fu*k off. Gila, seumur hidup ini nilai ujian bahasa inggris terburuk. Pas gw disuruh membetulkan jawaban, gw bisa semua dan benar semua. Tetapi apa daya, ujiannya kemaren-kemaren, betulnya sekarang. Sama aja boong. Dua jam berlalu dan dilanjutkan dengan Kosmologi yang akan diujikan. Pas masuk kelas, tiba-tiba teman gw datang dan ngajak biar gak usah belajar. Wah, gw emosi tinggi. Gw tanya, "apa maksud lo man??" Dia langsung ngomong, ayo taruhan 10rb, hari ini gak ada ujian. Wah, dalam hati gw dia kayak ngejek gw, gara-gara gw belum belajar. Gw terima deh taruhannya. Ternyata, orang dari sekretariat datang dan mengatakan kalau hari ini gak ada ujian. Wadehel banget! Duit gw hilang deh 10rb. Karena bt, gw pun keluar kelas ke warung sebelah kampus dan ngerokok di situ. Pas lagi basbusbasbus, dateng deh formator gw. Wadeuh, diejek habis-habisan di depan temen-temen. Gila betul. Yah, kuliah pun selesai dan gw kembali ke biara. Saat makan siang, gw kena masalah lagi. Gigi gw yang baru ditambel pake obat sama dokter, ancur lebur gara-gara makan ayam goreng tepung. Arrgghhh!!! Gw kayak makan pake cengkeh karena rasanya mirip-mirip cengkeh. Aduhai, gw bt banget dah. Selesai makan, gw ambil sepeda, jalan ke Alfamart buat beli rokok. Dan apa yang terjadi? Hujan gede dateng, plus angin dan petir. Gila, gw basah kuyub! Semuanya kacau! Gw emosi dan wah, pas sampe gw maki-maki hidup gw hari ini. Sial banget dah! Abis keringin badan, gw tidur biar emosi reda. Pengennya kerjain pr jam 4, tapi gw bangun jam 6.15 sore, dan 15 menit lagi ibadat! Bajing*n banget. Woaaaahhhhh!!!! Pas meditasi gw teriak dalam hati, memaki semua kehidupan hari ini. Apakah ini langkah awal sebelum menempuh hidup baru? Apakah ini langkah awal untuk menjadi pribadi baru? Jujur, gw sadar klo ini semua membuat gw sadar klo gw harus melangkah dan tidak kembali ke belakang. Dunia ada, tetapi gw harus menyadari itu. Kalo dipikir-pikir memang banyak kesalahan gw yang membuat gw jadi sial. Yang jadi masalah tuh kok gw gak pernah nyangka klo gw kayak ditipu diri sendiri. Gw gak punya perasaan buruk hari ini, tapi keburukan itu datang. Wadehel! Jujur, gw gak mau kayak gini lagi. Pertanda apaan ya??

Minggu, 04 Maret 2012

Joke and Joke :D!

Suatu saat seorang romo berteriak pada fraternya: "Frat, siapa yang mencuci jubah di jemuran sampai tiga hari?"
Fraternya menjawab :" Oh, bisa di forum nanti di komunitas."
Akhirnya saat makan malam pun tiba, dan forum dimulai oleh frater itu karena dia pengurus rumah tangga. "Siapa yang jemur jubah tiga hari?" Tiada yang menjawab. Lalu romo itu berkata: " Nomor jubah itu 436" Frater itu juga menyambar,  :"Yup, 436" Semua hening dan bingung. Beberapa lama kemudian, frater itu tiba-tiba berkata memecah keheningan: " Selamat malam semuanya, mohon maaf, jika tidak salah itu jubah saya deh, hehehe." Dengan menggelengkan kepala romo itu berkata :" Frat, jika punya parang yo dijaga, jangan dibiarin, yaudah besok kamu  bersihin unit 2 lantai dan kelas besar, serta cabut rumput yang mulai mengganggu pemandangan. " Dalam hati frater itu menjawab :" Kurang ajar, mending gak usah  ngaku fiuuh." Yup, yang penting jujur bos ahaha.


Memang punya hewan peliharaan menarik hati apalagi anjing. Uuuh gemesin kalo masih kecil. Tapi kalo udah besar, gak tau diri. Jadi inilah kisah seorang frater.
Suatu hari, ada frater yang bingung karena celana dalamnya dijemuran hilang. "Wooii, ada yang liat cd gw gak?" Tidak ada orang yang menjawab, entah tidak tahu atau sembunyi-sembunyi mengambilnya buat pajangan di kamar ehehe. Akhirnya dibawalah ke pertemuan komunitas. Tapi tidak ada yang tahu malah diketawain habis-habisan. Aduh, kasihan sekali frater itu mana uang jajan cuma 20rb per bulan  mau beli baru kumpulin duit 3 bulan dulu. Suatu hari, frater itu sedih dan pergi ke kandang ajing melihat anak-anak anjing yang baru lahir. Ia merasa terhibur dan merasa senang. Telusur punya telusur, ia melihat ada sebuah kain dibawah anak-anak anjing itu. "KURANG AJAR!!!!!", frater itu tiba-tiba berteriak. Ternyata, kain itu adalah celana dalamnya. Lalu induk anjing itu mendekat ke frater itu dan sok-sok genit gitu. Karena geram, tidak ada kata lagi bahwa anjing itulah pelakunya. Seminggu kemudian, anjing itu jadi almarhum dan sudah masuk ke perut-perut orang tak bersalah. Ahahaha.


Sebuah tebak-tebakan dari seorang frater:

Mengapa Kucing mengejar tikus?
Jawabannya, kalo kucing ngejer anjing dunia sebentar lagi kiamat ahaha

Apa persamaannya tukang bubur sama tukang es cendol?
jawabannya, sama-sama gak jual semur jengkol, ahahaha 

Mengapa orang jawa kalo masak harus pake minyak?
Jawabannya, kalo pake arang namanya orang flores, ahaha

Apa bahasa inggrisnya kucing hitam  mati kejepit?
Jawabannya Blekedetmeaow (Black cat death meauw)

Mengapa ikan tidak tidur?
Kalo tidur nanti tenggelam ahaha


Ahaha cukup sekian. :D