Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Rabu, 04 Juni 2014

Bimbang, resah, dan gelisah
Haaah, makanan sehari-hari
Ujian sana sini maupun keputusan hidup
Apa yang terbaik untuk diri ini?

Terbayang sudah harapan yang membahagiakan
Bisakah sampai ke sana?
Mungkin butuh usaha yang serius
Longgarkan hati dan pikiran adalah jalannya
Terbuka bagi kehidupan

Dunia nyata perlu dialami
Bukan sekedar bernapas
Tetapi perlu mencari makna
Apa sih masalahnya?

Dua dunia satu hati
Banyak pikiran satu tujuan
Satu tali banyak simpul
Satu harapan banyak jalan

Yaaah, entah mengapa hari ini rasanya galau. UAS tinggal satu matakuliah di hari Jum'at esok. Besok waktu kosong. Seharusnya sih hari ini senang karena ujian yang sulit-sulit sudah terlampaui. Tetapi entah, ada apa dengan diri ini? Rasanya seperti melayang. Jantung terus berdebar dari sore hingga malam ini. Apakah ada firasat? Ataukah akan terjadi suatu hal yang biasa disebut kabar buruk? Fiuuhh, tidak tenang. Jelas tidak tenang malam ini. Mau berbicara dengan seseorang, tetapi ada yang menahan diri ini. Tiada perasaan lain hanya jantung berdebar, agak cemas, selalu gelisah dan yang jelas tidak nyaman. Kekosongan menghampiri dan sungguh, teman saat ini hanya rokok. Tapi tumben, tiada efek, biasanya langung tenang, tetapi ini semakin membuat gelisah. Paradigma bergerak. Banyak pikiran. Ada yang tentang inilah, itulah, dan sebagainya. Tidak jelas. Rasanya tiada satupun dari kehidupan yang ada saat ini harus dipikirkan. Tapi kegelisahan terus ada. Menulis inipun dengan perasaan tegang dan jantung berdetak kencang. Ada apa? Mau matikah? Haaah, mungkin ini yang namanya mulai menerima hidup.