Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 April 2014

Sedikit Pemikiran

Berjalan ke depan
Bukan ke belakang
Dunia terasa kecil
Apabila memandang ke belakang
Tetapi yang di belakang selalu saja memberi dampak
Tidak yang inilah, tidak yang itulah
Apa sih maunya?

Terkadang pilihan terasa menyulitkan
Terkadang jujurpun membosankan
Terkadang berdiam pun menjenuhkan
Tapi kenapa rotasi hidup seperti itu?

Yup,
Sulit jika terus berpikir
Sakit bila terus merasa
Perlu adanya keheningan
Bukan sekedar diam
Melainkan bertemu Tuhan

Berani mengambil keputusan
Takut menghadapi tantangan
Bukankah ini kebodohan?

Mau membuka mulut
Tapi menutup mata
Bukankah ini kemunafikan?

Yah,
Tidak perlu memahami segalanya
Hanya perlu sadar
Sadar akan diri sendiri
Kenapa gak jalan di jalan yang ada di depan mata?
Kenapa harus melihat kanan kiri?

Ubah diri, sulit
Ubah sikap, berat
Ubah hati, beban
Ubah pikiran, wah jangan, nanti jadi kepikiran ahahaha

Ya, perlu adanya pembaharuan.
Bukan berarti meninggalkan ataupun melepas begitu saja
Harus ada daya yang mendorong untuk menjadi lebih baik

Tidak salah jalan dalam kesakitan
Tidak salah jalan di jalan yang berakhir buntu
Karena jalanan terus ada
Mau putar arah kek
Mau mutar-mutar di tempat kek
Yang penting pilihan pribadi

Siapa yang bisa merubah diri selain diri sendiri?

(Untuk kakak kelas dan kawan yang sedang terpaku akan masalahnya....KEEP MOVE ON!)

Rabu, 23 April 2014

Jalan

Jalan Lurus

Jika seseorang mendengar kata "JALAN" atau melihat sebuah "JALAN," pasti pemikiran yang muncul adalah sebuah konsep mengenai ARAH. Mengapa begitu? Karena jalan selalu memberi arah kepada seseorang untuk mencapai tujuan. Manusia selalu memiliki keinginan atau harapan. Jalan adalah sarana untuk menggapai hal tersebut. Bagaiman dengan gambar di atas? Menarik bukan? Ada beberapa hal yang bisa kita refleksikan selain mengenai arah, karena secara umum, jalan itu menuju suatu arah.

Pertama, bagaimana dengan arah jalan tersebut, luruskah atau bercabangkah? Banyak orang yang mengaitkan jalan antara itu lurus atau bercabang. Jika kita satukan ke dalam kehidupan kita, jalan yang kita tempuh ini pasti tidak selalu lurus, bahkan selalu bercabang, atau mungkin bingung antara mau lurus atau belok. Apabila perjalanan kita lurus, maka cepat sampai. Tapi, bila kita mengikuti cabang yang ada, memang kita akan sampai pada suatu tempat, tetapi tempat itu bukanlah tempat yang kita tuju atau yang ingin kita capai. Maka, seperti apakah jalan hidup yang kita miliki?

Kedua, lihat situasi jalan tersebut. Ramai atau sepi seperti gambar di atas? Jika seperti gambar di atas, kita akan mudah sampai karena tiada halangan. Tetapi bila jalan yang kita tempuh tiada halangan, seperti apa hidup kita ini? Bisa dikatakan hal ini terdapat dalam diri orang yang manja. Tapi bisa juga dimiliki orang yang positif, karena jalan yang sepi ini berarti ia telah mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik dan tercepat bagi dirinya agar sampai pada tujuan dan meraih apa yang diharapkan. Ada juga jalan yang ramai. Ramai identik dengan lambat. Ya, jalan yang ramai memperlambat kita sampai pada tujuan. Tetapi, bisa juga jalan yang ramai memberikan pembelajaran bagi kita akan keberagaman dan persatuan dengan apa yang ada di sekeliling kita. Di sini tergantung kita memandang keramaian seperti apa, menghambat atau memberi warna hidup baru?

Ketiga, jangan lupa bahwa jalan adalah sarana. Sarana untuk mencapai tujuan kita. Bukan berarti kita menyepelekan jalan, karena dengan memiliki jalan, entah itu baik, buruk, pemandangan bagus atau tidak, bercabang atau lain-lain, kita akan meraih tujuan kita. Coba tanpa jalan. Mau dibawa ke mana hidup ini?

Ya, mungkin saya hanya bisa menemukan ketiga refleksi singkat ini. Lebih baik setiap pribadi memiliki pandangan tersendiri mengenai jalan. Selain ketiga hal tersebut, saya masih memiliki refleksi pribadi dari dalam diri saya sendiri mengenai jalan. Jalan itu bagaikan hidup. Hidup yang kita jalani merupakan jalan. Mengapa saya katakan jalan? Saya memandang bahwa kita hidup di dunia ini adalah jalan utama menuju arah yang satu, yaitu TUHAN. Nah, karena tujuan yang satu itu, kita ini memiliki beragam keunikan dalam menjalaninya, sehingga jalan yang kita raih itu tidak pernah sama. Ada yang menyilang, menyamping, lurus, berbelok, dan lainnya. Ini adalah bukti bahwa di jalan yang utama, masih ada jalan lain yang membawa kita pada tujuan itu. Mungkin ada kaitannya dengan peribahasa "Banyak jalan menuju ke Roma." Inilah yang saya rasa sebagai suatu tujuan yang satu, tetapi beragam jalan yang kita raih. Hehehe, mungkin ini dulu. Thanks!

JALAN
ARAH
BERCABANG
RAMAI
TUJUAN
"Itulah Jalan" 



(Foto dari: Theofila Riviena)

Jumat, 14 Maret 2014

Sedikit Refleksi Tentang Hati



Apakah kita pernah bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa kita ini perlu menggunakan hati dalam menjalani setiap kehidupan? Jika diadakan sebuah observasi, kita akan menemukan banyak jawaban mengenai pertanyaan ini, tetapi itu adalah jawaban orang lain. Ya, sesungguhnya di dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan kesalahan saya selama ini dalam menjalani kehidupan di dunia ini, dan mungkin ini adalah dosa yang paling berat.
Hati……ya, hati. Banyak orang yang memiliki hati. Saya pribadi pasti memilikinya. Dunia ini sendiri pun memiliki banyak kata atau kalimat-kalimat yang indah mengenai hati. Tetapi bebeda dengan saya. Saya memiliki hati yang bisa dikatakan hanya saya sendiri yang bisa menguraikannya. Saya akan mengatakan bahwa hati saya  terlalu banyak diabaikan, sehingga ada celotehan :”Hati lo nggak ke pake? Jual di toko ba**s aja!” Hahaha, mungkin itu buat saya pribadi harusnya saya lakukan. Hanya ada satu hati di dalam diri ini, tetapi mengapa banyak hal yang tidak pernah saya sadari?
Oke. Sebenarnya saya memiliki masalah yang berat soal hati. Permasalahannya bukan saja karena adanya efek atau berkaitan dengan hal-hal di luar diri, tetapi lebih banyak dari dalam diri sendiri. Hati ini terasa beku, tak pernah bergetar, dan mungkin saja tidak hidup atau bergerak sama sekali. Pernahkah kita semua merasakannya? Mungkin, tetapi jika kita tidak paham berarti kita tidak sadar bahwa sesungguhnya yang namanya menggunakan hati bukan sekedar untuk merasa, melainkan juga untuk menyadari kehidupan terutama berkaitan dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita.
Maksudnya apa sih? Ya, saya hanya ingin mengatakan bahwa sesungguhnya hati itu memiliki daya untuk menggerakkan diri kita terutama dalam memandang apa yang ada di sekitar kita. Satu permasalahan besar mengenai hati, yakni apabila kita merasa seperti tidak memiliki hati. Ya, itulah diri saya saat ini.
Saya memiliki hati tetapi tidak menggunakannya. Mengapa? Saya sering terlarut dalam masalah yang saya bawakan pada pemikiran atau rasio belaka. Saya sadar bahwa diri saya ini perlu adanya dorongan dari hati. Jika boleh jujur, saya merasa hati saya ini terlalu banyak tertusuk masalah, terutama karena saya tidak pernah menemukan kebebasan hati untuk merasa. Bagaimana maksudnya? Ya, hati kita biasanya dapat memberikan perasaan, baik itu sedih, senang, dan lainnya. Kalau saya, berbeda. Hati saya hanya akan membawa saya pada sebuah masalah sehingga tidak pernah kunjung usai. Saya tidak tahu mengapa, mungkin karena saya tidak pernah merasa? Ahaha, rasa sih ada tetapi takut mengekspresikannya.  
Saya melihat bahwa hati saya ini terlalu banyak dilukai. Luka terbesar adalah dari diri saya sendiri. Saya sadar bahwa perasaan saya selalu saya bawa pada perasaan yang itu-itu saja. Contohnya, dalam memandang seseorang. Saya memiliki sifat men-judge orang-orang yang pernah menjadi bagian dari kehidupan. Orang tua saya bisa saya sebut sebagai masalah yang membawa diri saya pada kebencian, dendam, amarah, bahkan hingga saya seperti ini (kehilangan perasaan). Satu orang wanita yang dulu saya sukai namun pernah menolak saya sekitar 5 tahun lalu menjadi seseorang yang berperan mengisi cinta saya. Tetapi pada akhirnya, saya tahu bahwa apabila saya masih menghubunginya, saya malah membuat keresahan bagi dirinya dan saya terkesan kekanak-kanakan. Lalu beberapa orang yang menjadi angkatan saya saat ini. Saya memandang mereka seperti musuh dalam selimut. Saya kehilangan krisis kepercayaan pada mereka semua.
Jika saya lihat kembali semua itu, saya mengetahui bahwa diri saya terlalu meninggikan ego. Saya tidak bisa berkembang karena saya hanya berputar-putar pada perasaan yang itu-itu saja. Saya sadar tidak memiliki hati karena saya belum bisa melihat keadaan riil di sekitar saya. Saya tidak tahu apakah saya ini benar-benar manusia atau tidak karena tidak merasakan keberadaan manusia lain sebagai pendorong kehidupan saya. Saya kurang menyadari kebaikan yang selama ini saya terima. Saya tidak tahu akan dorongan yang sebenarnya ingin dilakukan orang-orang di sekitar saya untuk mengembangkan diri saya dan menumbuhkan perasaan-perasaan saya yang selama ini hilang.Ya, inilah kesalahan saya.
Ya, sampai sekarang saya belum bisa berdoa dengan baik karena hanya ada penyesalan yang itu-itu saja serta tidak mau melangkah dengan hati yang baru. Wajah, badan, pemikiran, dan skill boleh baru, tapi hati, benar-benar kuno. Saya sendiri merasa tertekan oleh sikap pribadi. Sekarang saya bertanya, berapa banyak kesempatan baik yang bisa menyokong hati saya telah saya buang dengan sia-sia? Saya melihat hati saya sebagai pajangan dan tidak digunakan secara tepat. Manusia macam apa saya ini.
Tapi dari sini, saya hanya ingin mengatakan pada kita semua. Hati itu bukan sekedar pajangan dalam hidup ini. Lihatlah segala sesuatu dengan hati. Makanya ada kalimat yang mengatakan “dari mata turun ke hati,” karena apa yang kita lihat haruslah kita bawa dahulu ke dalam hati kemudian kita pikirkan apa yang baik dan apa yang jahat. Kita tidak boleh men-judge orang lain maupun segala sesuatu yang kita pandang secara negatif. Kita juga tidak boleh menggunakan hati kita secara sembrono yang biasanya karena kehendak kita sendiri yang membawa malapetaka. Dan yang terpenting adalah kita harus bisa menumbuh kembangkan hati kita agar dapat melangkah kekehidupan baru yang lebih baik. Tepatnya adalah kita tidak boleh membawa perasaan yang negatif terus menerus ke dalam kehidupan kita selanjutnya. Untuk hal ini memang tidak mudah, tetapi itulah proses. Kita harus bisa “berkreasi” dengan hati kita demi menemukan kehidupan yang lebih baik.
Coba kita bertanya, sudah berapa jauhkah hati kita berkembang dalam kehidupan ini? Ya, yang jelas adalah tidak mungkin kita bisa hidup tanpa kesadaran yang utuh bila hati kita rusak karena kita sendiri yang membawanya pada kerusakan itu sendiri. Maka dari itu, bisakah kita menggunakan hati kita untuk membuka kehidupan kita yang baru? Janganlah jadikan hati kita seperti gorden jendela kamar yang tidak pernah terbuka, melainkan menjadi jendela yang siap terbuka untuk membawa udara segar masuk dalam kehidupan.  

Rabu, 05 Maret 2014

Sedikit Refleksi Hidup



Pernah gak sih kita ini berpikir kalau kita menyadari seluruh kehidupan kita? Atau kata lainnya, sadarkah kita? Dunia ini begitu luas, namun tidak mungkin bisa memasukkan seluruhnya ke dalam pemikiran kita. Begitu pula dengan hati kita. Kita tidak bisa memasukkan seluruh keindahan dunia ke dalam perasaan kita. Lalu, apa maksud dari ini semua? Ya, saya hanya ingin menulis mengenai kehidupan. Refleksi tentang kehidupan memang tidak bisa dipengaruhi oleh orang lain karena setiap pribadi pasti memiliki kehidupannya masing-masing. Tetapi salahkah jika seseorang dapat membantu dalam menyadari beberapa kehidupan yang belum pernah kita rasakan? Maaf jika pengantarnya terlalu tinggi, hehehe :D

Baiklah! Mula-mula mengenai kehidupan yang dapat dimengerti secara sederhana. Hidup itu dari Tuhan. Hidup itu adalah aku. Hidup itu ada pahit dan manis. Hidup adalah peziarahan karena tujuan akhir hidup ini adalah kembali pada Tuhan. Yup, ini adalah pengertian hidup paling sederhana. Tetapi bayangkan! Sesederhana inikah kehidupan kita artikan? Kita harus lebih menukik lebih dalam mengenai hidup. Hidup itu memang harus kita rasakan, kita maknai, dan kita raih atas dasar apa yang kita harapkan. Memang menjalani hidup itu bukan sekedar aku yang hidup saat ini dengan segala dunia, tetapi aku hidup karena aku memiliki masa lalu yang menjadi pelajaran untuk kehidupan saat ini, dan berguna untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang. Kita semua yang hidup perlu merasakan indahnya pola kehidupan kita masing-masing. Contoh, mungkin di masa lalu banyak rasa sakit yang kita terima. Pastinya hari ini tidak mau dapat rasa itu lagi dong? Nah, kita menggunakan cara baru agar kehidupan lebih menyenangkan. Dan untuk keesokkan harinya, kita perlu mempersiapkan hidup baru dengan cara baru lagi. Pola kehidupan ini mau tidak mau pasti ada dan pasti kita sadari. Nah, suatu hal yang paling kompleks dalam kehidupan adalah, apakah kita sungguh-sungguh sadar dalam hidup ini?

Noi dobbiamo assolutamente conoscere il mondo in cui abitiamo e del qualle facciamo parti!

Ini adalah kalimat yang akan kita dengar ketika belajar kosmologi, artinya adalah kita harus mengenal dunia di mana kita berpijak dan di mana kita mengambil bagian di dalamnya. Dari kalimat ini saya secara pribadi sadar bahwa betapa angkuhnya manusia ketika mereka mengatakan bahwa aku sadar akan kehidupanku tetapi perilakunya atau perasaanya menciptakan keluluhlantakan dunia. Yah, sederhananya apakah manusia saat ini sungguh-sungguh menyadari kehidupannya. Coba kita rangkum suatu makna satu persatu dari permasalahan-permasalahan dalam kehidupan. Ada seseorang yang mengatakan bahwa diriku lemah, perasaanku kacau berantakan, hidupku penuh kesia-siaan, dunia terlihat suram, galau melanda terus menerus dan segala sesuatu yang negatif lainnya. Ini adalah tanda bahwa orang itu sadar akan perasaan dan pikirannya, tetapi tidak sadar akan kehidupannya. Mengapa? Saya akan menjawab dengan keras karena hidup itu tidak hanya saat ini tetapi ada juga masa depan. Memang kehidupan itu perlu disadari pertama-tama dari sebuah kenyataan yang ada. Tanpa kenyataan, kita tidak bisa berharap. Harapan itu sangatlah penting untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang. Tetapi ada satu hal mengenai harapan yang  harus kita sadari. Jika kita terlalu berharap, lalu tiba-tiba harapan itu tidak terjadi atau gagal, pasti perasaan kita ujung-ujungnya cemas lagi, galau, dan merasa rendah lagi.

Disinilah saya ingin memasukkan kata kesadaran itu. Kesadaran akan kehidupan ini bukanlah sekedar tahu siapa diri anda secara utuh, tetapi juga tahu apa yang ada di luar diri anda. Kita memang bisa melihat segala sesuatu di luar diri kita, tetapi bisakah kita memaknainya? Misalnya, saya melihat gadis cantik atau pria tampan. Kita hanya bisa mengandai-andai kapan bisa menjadi milikku. Inilah dasar kesadaran dalam hidup bahwa hanya sekedar ingin memiliki itu merupakan keegoisan manusiawi. Kita tidak boleh melihat hidup atau menyadari hidup hanya untuk memiliki. Bagaimana dunia ini tidak dikuasai kapitalisme jika setiap manusia yang hidup hanya memiliki kesadaran semuanya hanya untuk diri sendiri?
Jadi, dari tulisan yang penuh basa-basi atau tidak jelas ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa dalam hidup ini kita perlu memiliki fundamen atau dasar akan kesadaran yang sesungguhnya, yakni kerendahan hati, kejujuran, perilaku adil, berpikiran bersih, ringan tangan, dan yang jelas, tidak memendam kebencian terhadap orang lain. Kita perlu menyadari apa yang harus kita perhatikan di dunia kita ini, bukan diri kita ini. Hidup ini bukan sebatas mengikuti palang penunjuk arah, misalnya kita akan sukses jika sudah lulus kuliah, kita akan sukses ketika dapat pasangan berduit, kita akan bahagia ketika bisa melupakan masa-masa kelam. Bukan itu. Hidup itu perlu disadari dengan tahukah maknanya anda ada dan diciptakan di dunia ini? Karena semua ini akan kembali kapada Tuhan, maka apa yang harus kita perbuat? Yah minimal dalam setiap kepercayaan atau agama, kita diajarkan untuk menciptakan perdamaian dengan sesama dan alam semesta. Tetapi apakah kita mau hanya hidup dalam dunia minimal? Akhir kata, sadarilah untuk apa anda hidup dari masa lalu, kemudian ada di saat ini, dan menanti masa depan!

Jumat, 14 Februari 2014

WHITE CHOCOLATE, BLACK VALENTINE

Wah, judulnya kok pesimis banget yah? Ya, hari ini adalah valentine yang dibilang banyak orang sih hari kasih sayang. Saya bingung karena jika hari ini hari kasih sayang, yang lain sayangnya ke mana ya? Bukan hal ini yang ingin saya bahas. Judul ini ingin saya bawa pada keadaan Indonesia yang baru-baru ini dilanda bencana alam. Kita baru saja mendengar bahwa Gunung Kelud di Jawa Timur mengalami erupsi yang di mana begitu banyak orang yang harus diungsikan serta beberapa daerah yang terkena abu vulkanik. Apa yang membawa saya pada tulisan seperti ini?

Pagi ini saya mendapat sebatang coklat putih dari seorang wanita yang adalah umat saya. Saya merasa bingung karena tidak pernah mendapat coklat di hari valentine. Saya merasa bahwa bukan saatnya saya merasa senang karena beberapa orang yang ada di sekitar Gunung Kelud sedang berduka dan takut karena mereka harus mengungsi dari desanya. Bayangkan saja, kita menyebut hari valentine sebagai hari kasih sayang, tetapi apa yang mereka (warga sekitar gunung Kelud) dapatkan di hari kasih sayang ini? Bagi saya ini adalah ujian.

Ujian yang saya maksud di sini adalah kejadian alam seperti ini ingin mengingatkan kita akan kasih sayang kepada sesama, bahkan kepada alam semesta. Saya tidak berani mengatakan kalau bencana alam ini adalah cobaan dari Tuhan, karena yang namanya alam itu juga memiliki jiwa (hal ini dibuktikan oleh para filsuf prasokratik). Sebenarnya valentine kelam bagi orang-orang yang sampai saat ini terkena bencana alam di Indonesia adalah teguran bagi kita sebagai masyarakat untuk membantu mereka. Apa yang bisa kita berikan bagi mereka? Tidak mungkin kita memberi white chocolate mahal untuk mereka, tetapi kita bisa memberi dukungan dengan memberi apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Jujur saja, momen black valentine ini bagi saya merupakan ujian untuk membuka hati lebih dalam apakah kita memiliki rasa sayang kepada sesama kita, atau sekedar sayang pada kekasih yang kemungkinan bisa berubah-ubah dalam kehidupan kita? Masyarakat selalu hadir di sekitar kita, kekasih tidak mungkin setiap saat. Masyarakat terus berada di berbagai kehidupan kita, sedangkan kekasih hanya mengisi satu kebutuhan kita. Dari sinilah saya mengungkapkan bahwa kehidupan kita yang penuh rasa sayang terhadap sesama perlu diwujudkan kepada sesama kita yang hingga saat ini sedang membutuhkannya. Begitu pula pada alam. Berbagai bencana yang terjadi adalah dorongan bagi kita semua yang tinggal di alam ini untuk menyayangi dengan menjaga, melindungi, dan menggunakan alam secara bijaksana serta baik adanya. Saya rasa pengalaman ini bisa memberikan suatu dorongan untuk kita semua dalam mencurahkan sayang kepada seluruh kejadian bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini.

Yup, mungkin dengan inilah saya merefleksikan valentine untuk tahun ini. Rasa sayang itu harus diberikan kepada mereka yang menderita, bukan hanya mereka yang ada di dekat kita. Kita harus membaginya kepada siapapun dan kita harus rela memberi yang terbaik pada mereka yang seharusnya lebih kita sayangi.

Jumat, 22 April 2011

Permenungan Akan Kematian Yesus

Yesus berkata : " Kerajaan-Ku bukanlah di dunia ini, melainkan Aku diutus oleh Bapa-Ku untuk mewartakan kebenaran "

Ya, hari ini adalah perayaan Jum'at Agung, atau di kalender dikatakan Kematian Isa Almasih yakni Kematian Yesus Kristus. Mengapa Yesus bisa wafat di kayu salib? Bagi para imam agung saat zaman-Nya, Yesus dianggap berdosa karena Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah Raja. Saya mengakui bahwa Yesus itu Raja. Raja segala Raja. Ia bisa membuat orang sakit menjadi tahir, bahkan membangkitkan orang mati dan mengusir setan. Raja yang dimaksudkan adalah Raja dari Kerajaan Allah.

Yesus juga wafat demi menghapuskan dosa-dosa kita. Ia dicambuk, dimahkotai duri, diludahi, dan dihina demi dosa-dosa kita. Apakah kita sadar akan segala dosa-dosa yang kita perbuat? Banyak dosa yang kita buat di dunia ini, tapi apakah pernah mencoba untuk memperbaikinya? Yang tahu adalah diri kita masing-masing. Yesus rela mati untuk menghapus segala kesalahan kita. Kita harus sadar. Kita harus kembali kejalan-Nya yang penuh kesulitan yang dimana sesuangguhnya mendapat akhir kebahagiaan.

Jika Yesus bisa berkata kepada umat-Nya, Ia akan berkata :
" Hai umat apa salah-Ku kepadamu? Jawablah kapan Aku menyusahkanmu? Telah kubebaskan dirimu dan kupatahkan belenggu. Tetapi kini balsamu, kau sudah menyerahkan-Ku "

Ya, apakah sadar diri kita terhadap apa yang telah kita perbuat? Cobalah sadari apa maksud kematian Yesus. Kematian-Nya inilah yang harus kita sadari sepenuhnya demi menjalankan hidup sebagai orang beriman.

Jika kamu buta maka dihapuslah dosamu, namun karena engkau berkata, aku melihat, maka tetaplah dosamu. Oleh sebab itu, bertobatlah maka dosamu akan diampuni.


Please Forgive Us Our Lord Jesus Christ. Praise To You Lord Jesus Christ.

Kamis, 18 November 2010

Melihat Keindahan Dalam Kehidupan

Ya, kali ini saya berbicara tentang segala keindahan di dalam kehidupan kita, mungkin dalam alam semesta kita. Keindahan itu bisa berupa suatu keindahan yang dapat dipandang oleh mata dan dapat dirasakan dengan perasaan kita. Coba lihat gambar yang satu ini :

Apa yang bisa anda dapatkan dari gambar ini?
Pasti suatu keindahan tentang perasaan hati dan keindahan dari moment kedua tupai tersebut. Selain itu indahnya bunga ungu yang diberikan oleh tupai jantan kepada tupai betina itu. Ya, ini menurut pendapat saya. Keindahan itu bisa saja kita lihat secara langsung dari gambar tersebut dimana makna keindahan dari gambar itu sendiri adalah perasaan kita sendiri yang mengartikan setelah melihat dan menemukan suatu makna yang ingin disampaikan dari gambar itu. 

Dari hal ini kita belajar bahwa sebuah keindahan bukanlah sesuatu yang hanya tampak dengan mata kita melainkan sesuatu yang kita rasakan dalam hidup ini dan makna yang terasa dari sesuatu yang tampak dengan mata kita tadi. Maka mencari keindahan itu janganlah hanya melihat dari keindahan yang tampak belaka melainkan makna yang tampak setelah kita pikirkan dan kita rasakan.

Coba lihat yang satu ini :



Apa perasaan yang kita dapat atas keindahan gunung di Swiss ini? Tenang, damai, tentram, dan yang pastinya segalanya sesuatu perasaan yang indah. Dalam kehidupan kita sesuatu yang indah merupakan kedamaian dan suatu ketentraman hidup. Coba rasakan seandainya anda ada di sana dan berdiam diri, bermeditasi, atau bermain disana, berlari-larian, makan siang di sana, pasti perasaan damai yang ada karena keindahan alam itu.

Dari semua ini kita belajar bahwa dengan adanya keindahan kita mendapat ketentraman dan kedamaian serta sesuatu yang menyenangkan jika kita maknai dari dalam hati sendiri. Suatu keindahan itu muncul dari pengertian atas sesuatu yang kita lihat dan kita memaknai hal tersebut.

Coba lihat yang satu ini :



















Ya, sebenarnya ini gambar dengan sebuah kata-kata. Ya, sebuah kata yang indah juga terkadang membuat kita sadar, membuat kita mengerti, dan tahukah anda bahwa dari kedua gambar dengan kata-kata tersebut adalah kata-kata indah dimana seseorang pasti merasakan suatu keindahan yang disampaikan dari kata-kata tersebut. Dan kata-kata cinta merupakan sesuatu keindahan dalam diri manusia dimana sesuatu keindahan ini bisa membuat seseorang berbahagia dan menjadi senang dalam dirinya.
Maka carilah segala keindahan dalam hidupmu, lihatlah, dan temukanlah makna dari keindahan tersebut maka anda akan mendapat sesuatu keindahan paling dalam terhadap diri anda sendiri.

Selasa, 14 September 2010

Akhirnya

Ya, selama liburan ini saya berniat menyelesaikan segala masalah yang ada. Semua masalah saya anggap selesai namun belum sepenuhnya karna bisa saja akan terjadi suatu masalah lagi. Tetapi saya berhasil dan sungguh ini membuat saya setidaknya memiliki semangat hidup untuk menemukan sesuatu tindakan yang baik untuk masa depan. Memang sulit untuk menyelesaikan masalah. Itu tidak mudah, apalagi masalah yang ada dari 10 atau 12 tahun yang telah berlalu hingga saat ini. Ya, memang saya belajar bahwa perlu berdoa dan menjadi diri sendiri dan mencoba tidak menyinggung pihak hati yang bersalah melainkan salahkan diri sendiri lebih awal agar kita sendiri terpacu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi karena kesalahan kita. Selesaikan masalah dengan kepala dingin memang sulit, namun jika sudah mencobanya, rasanya semua masalah itu bagaikan pelajaran baru yang benar-benar berguna untuk ke depannya. Maka, selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa kini. Oh ya kebetulan saya sudah berumur 18 tahun 10 September 2010 kemarin, hehehe, thanks God, i will Follow you until the end of my life. Jadi, Inilah Aku maka Utuslah Aku kemana saja ke temapt yang Kau mau. Saya siap ya Tuhan.

Rabu, 26 Mei 2010

Gembira Adalah Jalan Utama Menuju Kesempurnaan Hidup

Yeah! Akhirnya salah satu kalimat yang paling saya sukai muncul dalam kotbah seorang romo pagi hari ini. Ya, kebahagiaan adalah jalan utama menuju kesempurnaan hidup, mengapa??? Coba bayangkan, dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti memiliki kehidupan yang datar, membosankan, bermaslah, bahkan mengecewakan. Namun, itu belumlah sempurna karena kesempurnaan hidup itu ada setelah kita merasakan kegembiraan setelah merasakan sesuatu kehidupan yang dapat dikatakan kehidupan yang menyedihkan. Ya, contoh religiusnya seperti Yesus, umat Kristiani mengalami kegembiraan sehingga menemukan jalan Tuhan setelah Yesus bangkit dari kematian dan kesengsaraan. Hidup begitu sempurna apabila kita mendapatkan kebahagiaan yang kita nantikan. Jika salah, anda boleh mencela saya sebagai penulis postingan ini. Siapa sih orang yang merasa kesedihan itu adalah kesempurnaan hidup? Siapa sih yang merasa hidup itu sempurna saat bersedih?Selain itu, dengan gembira kita berada dalam sebuah jalan yang begitu indah. Jujur saja, saya selalu merasakan bahwa hidup saya itu sudah pas atau sempurna apabila saya merasa gembira. Intinya, kegembiraan memang jalan utama kesempurnaan hidup namun bagaimana cara mencapai kegembiraan itu sendiri? Ya, anda hanya perlu tersenyum kepada setiap keluarga atau teman yang anda temui, itu merupakan salah satu kegembiraan bagi anda karena anda masih hidup dan bisa bersama-sama dengan mereka dan bisa bertegur sapa dengan mereka. Lalu, jika anda dalam kesedihan yang mendalam? Ya, ini tergantung dari niat diri anda, namun cara terbaik adalah mencari hal yang membuat anda gembira dan jangan lupa akan Tuhan. Berdoa untuk memohon saja tidak cukup melainkan berterima kasih, mengapa kok berterima kasih padahal sedih? Berpikirlah lebih baik, dalam kesedihan itu anda menyadari bahwa anda adalah manusia yang hidup dengan berbagai perasaan dan jiwa dan itu karena Tuhan. Tuhan pasti akan memberikan  pertolongan dan akhirnya apa yang terjadi? Kebahagiaan meliputi anda. Ya, jadi, anda harus bergembira dan terus bergembira dan carilah kegembiraan itu dalam kehidupan kita sehari-hari dan itulah jalan kesempurnaan hidup kita sebab tanpa kebahagiaan kesempurnaan hidup belum dapat kita raih dan dengan hidup yang gembira anda akan merasakan indahnya hidup.

Vida feliz es la calle principal.

Kamis, 13 Mei 2010

ZIARAH dan REKREASI

Ah, nikmatnya tanggal 12-13 Mei ini. Tanggal 12 Mei 2010 saya bersama komunitas WB pergi ke Cisantana di daerah Cirebon untuk Ziarah ke gua Maria di sana. Ya, saya berangkat dari WB pukul 19.30 dan sampai sekitar pukul 03.30 dan langsung melakukan ziarah. Di bus suasana bus saya begitu ceria karena semua bermain tebak-tebakan garing dan jayus dan teman saya menjadi Dewa Jayus karena memecahkan rekor terbanyak mengeluarkan pertanyaan garing. Hahaha, kami tertawa sampai lelah dan tertidur disetai udara yang begitu dingin menyentuh kulit terutama saat di bus, AC-nya sungguh membuat saya kedinginan, bukannya norak tapi gak tahan, dingin sekali. Sampai disana,  diawali dengan berjalan menuju jalan salib untuk pemberhentian pertama, namun baru jalan saja, jalurnya seperti naik gunung dan melewati makam, namun itu tidak masalah tapi masalahnya kelompok saya kesasar melewati jalur yang seharunya, saat kembali ternyata ada jalur turun, untung saja kembali jika tidak terus naik sampai entah kemana. Akhirnya tiba juga di tempat awal dan kami semua membuka doa untuk jalan salib. lalu jalan salib dilakukan hingga pemberhentian ke-14 dan sampai di gua Maria. Sungguh indah sekali, dan saya berdoa agar semua orang terutama keluarga dan teman-teman yang memiliki kegelisahan hati menjadi bahagia dan merasakan perdamaian. Ya, selesai berdoa, saya dan teman-teman memakan snack sebentar dan menikmati hangatnya jahe lalu dilanjutkan dengan misa pagi sekitar pukul 06.00. Selesai misa, sebagai anak muda kami mengekspresikan diri dengan minta di foto ya sekedar kenang-kenangan sekalian narsis sedikit. Lalu kami sarapan dan kembali naik ke bus.  Seperti biasa teka-teki garing pun mulai kembali hingga menuju tempat rekreasi kami yaitu waterboom dan tempat outbound. Wah senang sekali, sampai disana memang seperti waterboom tapi mini dan begitu luas kolam renangnya. Dan saya tidak langsung berenang melainkan mencari tempat outbound dan seru sekali. Ada ATV / motor roda 4, namun saya naik motorcross, dan saya malu sekali karena pertama menaiki motorcross dengan menggunakan kopling, belum jalan sudah standing dan mati, hahaha, awalnya mas-mas yang punya motor terkagum karena standing, tapi ujung-ujungnya mati karena terlalu cepat melepas kopling. Hihihihi, sekalian  belajar naik motor kopling. Akhirnya saya mahir dan jalurnya yang penuh tantangan lewat semua walau kepleset dan jatuh di lumpur tapi senang sekali. Selesai naik motorcross, langsung berenang. Hahaa, melihat satu komunitas meluncur dengan prosotan saya tertarik untuk ikut dan seru sekali sampai mas-mas penjaga kolamnya takut melihat aksi kami semua. Lalu ada pertandingan antar angkatan di kolam untuk bermain bola. Ya, sungguh menyenangkan. Coba hidup saya selalu penuh keceriaan seperti ini, hehehe. Lalu kami semua selesai dan bersiap untuk pulang dan kami pulang walau perjalanan begitu macet kami tetap ceria dengan teka-teki garing dari Dewa Jayus dan saya pulang dengan damai atas rahmat Bunda Maria walau saya demam. Hahaha, senang sekali.

Kamis, 15 April 2010

Capek? No Problem !

Ya, hari ini capek lagi mungkin hingga Minggu 18 April 2010 karena ada Expo di Grogol. Uh, keadaan juga benar-benar tidak mendukung karena kaki kanan bengkak sebab saat main bola sempat menghantam kaki musuh dan akhirnya saya hanya bisa menahan sakit itu. Saya juga pemain drum dalam orkes, dan saya takut kesulitan untuk menginjak pedal bass drum. Tapi tetap rasa lelah itu ada baik dari lelah fisik dan lelah mental Dalam kelelahan tersebut, saya mendapatkan sesuatu yang menarik yakni saya tidak lelah sendiri, namun bersama teman-teman. Saat bekerja memang lebih baik bekerja secara bersama-sama sehingga rasa lelah hilang dan kegiatan terus berlanjut. Itulah yang membuat saya selalu semangat apalagi saya kalau sudah capek, namun melihat teman-teman bahagia, esntah mengapa rasa itu hilang dan ikut bahagia. Maka, janganlah mengeluh karena lelah sebab hasil yang ada dari pekerjaan tersebut merupakan suatu  pelajaran dan membuat senang diri kita apalagi jika bekerja dengan teman-teman, sudah senang dan bahagia, rasa lelah tidak dipikirkan, serta banyak hal yang didapat dari pekerjaan yang melelahkan tersebut. Capek? Itu tidak pengaruh buat saya, no problem.

Kamis, 08 April 2010

COBA ! ! !

Ya, hidup ini banyak sekali kejadian dan juga banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Itu semua perlu kita coba di dalam hidup ini karena semua itu adalah pelajaran yang berguna bagi masa depan kita. Janganlah pernag menggerutu apabila tidak bisa melainkan terus mencoba dan tidak menyerah. Cobalah terus suatu persoalan yang sedang dihadapi. Jangan menjauhi persoalan sulit melainkan cobalah semua yang sulit itu hingga mendapatkan jawaban dari masalah itu. Ya, apa salahnya untuk mencoba sesuatu yang ingin diraih. Ini telahku buktikan walau hasilnya tidak memuaskan. Dari segala sesuatu yang ingin didapat dan ingin dimiliki haruslah dicoba dan jangan mau meninggalakannya walaupun hal itu sudah anda ketahui jawabannya baik pasti mendapat keinginan tersebut itu ataupun tidak. Maka cobalah semua keinginan yang ada dalam diri kita. Jika kita mendapatkannya apalagi atas hasil usaha sendiri, maka rasa bahagia itu muncul. Jika tidak bisa meraihnya, jangan menyerah, bersedih pun boleh asala jangan berkelanjutan, namun cobalah lagi cara lain untuk mendapatkan hal baru dan raihlah semuanya yang ada dalam pikirankita dengan mencoba segala sesuatunya tanpa mengeluh. COBALAH!

Sabtu, 03 April 2010

Kebangkitan Yesus

YESUS TELAH BANGKIT. Ya, setelah mengulas sengsara Yesus, sekarang Yesus telah bangkit. Lihat, Ia yang rela menderita, yang diam seperti anak domba masuk kekawanan serigala saat dibawa ke golgota, saat ini bangkit dan meninggalkan kubur dan alam maut. Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh anak Allah. Ia adalah Allah Putra sesuai dengan salib yakni Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Ya, Yesus adalah wujud Allah berupa Putra. Ia telah bangkit dan membuktikan bahwa Ia benar-benar bebas dari alam maut dan Ia mempersiapkan diri untuk duduk di sisi Allah Bapa, Ia juga membuang makna kematian dan kiamat yang berarti semuanya musnah dari dunia menjadi hidup baru dan kebahagiaan serta kebangkitan. Ya, marilah kita bangkit dari semua keterpurukan dan mari berbahagia. Janganlah kita bersedih saat memikul salib kita karena akan ada kebahagiaan dibalik itu semua apabila kita mau bangkit dan terus percaya pada Allah Bapa. Maka, cobalah berbahagia setelah kita bersedih, cobalah hilangkan rasa sakit dan beban setelah menjalani pencobaan. Itu semua adalah kehidupan yang harus dijalani di dunia ini dan janganlah mau terpuruk dan sakit melainkan menderita untuk mencapai kebahagiaan.

Jumat, 02 April 2010

SENGSARA YESUS

Yesus terlahir di dunia ini demi menyelamatkan umat manusia di dunia. Ia memang memiliki peran seperti itu, namun coba kita bayangkan. Ia wafat di kayu salib dimana salib adalah lambang penghinaan bagi para penjahat kelas berat. Mengapa Yesus rela wafat di kayu salib? Yesus disalib demi menyelamatkan seluruh umat manusia. Mengapa harus dengan cara disalib? Ya, seperti kita ketahui, salib adalah lambang penghinaan pada zaman itu. Yesus disalib demi kita umat manusia di dunia dengan maksud menghapus dosa-dosa kita. Ya, kita lihat saja. Yesus melewati jalan yang berbatu, ditambah lagi dengan cemoohan, diludahi, dan dicambuk, untuk menuju bukit golgota dan di bukit itu Yesus disalib. Hal ini terlihat bahwa pengorbanan Yesus sangatlah besar bagi umat manusi untuk menyadarkan kita semua. Kita lihat kehidupan kita saat ini di zaman ini. Apakah kita mau berkorban demi sesuatu yang baik? Pasti lebih banyak berkorban untuk kepuasan sendiri dan rata-rata merugikan orang lain. Apakah kita mau sengsara demi kebahagiaan orang lain? Jelas tidak, namun Yesus mau. Maka dari itu, marilah kita rela seperti Yesus, kita mau memanggul salib kita di dunia ini, dan kita rela berkorban demi semua orang. Untuk apa kita memikirkan kebahagiaan sendiri tanpa melihat kebahagiaan orang lain. Untuk apa kita hidup bila hanya untuk kesenangan sendiri dan merugikan orang lain. Mari seperti Yesus dan janganlah mengikuti orang-orang yang menghukum Yesus. Ayo panggul salib kita di dunia tanpa mengeluh, ingatlah selalu Tuhan layaknya Yesus yang mau menderita tanpa mengeluh dan hanya pasrah dan berserah pada Tuhan. Semoga sengsara Yesus menjadikan kita sadar hidup itu harus saling berkorban dan mau menghargai dan membahagiakan satu sama lain.



Kamis, 04 Maret 2010

LIHATLAH LANGIT ITU!

Ya, sesuai dengan judul, lihatlah langit itu. Biru saat pagi, orange saat sore, dan biru hampir hitam kelam saat malam hari. Ya, itulah langit.
Coba kita lihat langit di pagi hari. Warnanya biru dan kita yang melihat dapat merasakan kebebasan dan langit pagi dapat dilihat juga memiliki awan dimana awan itu dapat diandaikan sebagai kabut-kabut yang menghalangi keindahan. Ya, itulah langit pagi.
Lalu, lihat langit sore. Orange indah dan begitu menyentuh. Kita andaikan langit sore sebagai kehidupan yang sedih dimana banyak peristiwa yang sangat menyentuh dan dapat membuat kita menangis dan bahkan itulah awal dari kebahagiaan.
Lihat pula langit di malam hari. Gelap, kosong, benar-benar kelam. Namun ada bintang-bintang yang menyelimuti sehingga begitu indah dan ini merupakan keadaan hati yang begitu indah setelah melewati tantangan dan kesedihan sehingga muncul keceriaan.
Ya, hidup kita pasti seperti langit-langit itu. Langit pagi yang indah namun ditutupi awan sehingga dimana perasaan kita saat berada di posisi bahagia, namun pasti ada gangguan yang dapat menghalangi perasaan kegembiraan kita dimana di langit kita melihatnya sebagai awan. Langit itu berubah menjadi langit sore yang menyentuh dimana kita merasakan kesedihan karena kita tidak dapat menghindari masalah itu dan kesdihanlah yang ada dimana langit sore itu juga merupakan tandanya kita berpisah dari cahaya terang matahari dan langit menjadi gelap sehingga langit sore merupakan suatu kesedihan yang mendalam. Lalu langit malam, dimana langit ini merupakan kegelapan dan kesedihan. Kesedihan ini sudah membuat hati kita kosong, namun coba lihat dengan jelas, akan ada cahaya bintang yang muncul dimana itu bukti bahwa dalam sebuah masalah yang mengakibatkan kesedihan dalam diri kita itu masih ada harapan untuk kembali bahagia. Ya, itu semua memang dapat kita lihat dan kita rasakan saat kita hidup di dunia ini. Rasakanlah semua rasa yang pahit dalam hidup. Rasakanlah rasa sedih yang ada dalam diri. Rasakan itu semua lalu renungkan. Jadikan semua itu pelajaran dan temukan jalan keluar. Semua perasaan di dunia ini hanya sekitar sedih dan senang. Jika senang janganlah mencari kesedihan namun hilangkan kesedihan orang lain, jika dalam kesedihan, jangan tunjukna rasa kesedihan itu melainkan selalu ceria dan lupakan rasa sedih itu. Mari kita bagaikan bintang yang menyinari malam, mengolah matahari tenggelam di langit, dan pelajari awan yang menutupi keindahan di pagi dan siang hari. Maka hidup kita pasti bisa merasakan kebahagiaan lebih daripada kesedihan.

Selasa, 26 Januari 2010

Cahaya Bintang

Malam itu, aku berdua dengan temanku duduk di jendela kamar sambil bercerita tentang kejadian hari itu. Aku melihat langit yang begitu gelap namun ada satu titik cahaya yang menerangi langit itu. Ya, satu bintang yang begitu cerah menerangi langit gelap itu. Aku terdiam dan mengingat kembali segala sesuatu yang telah memencarkan perasaan hati layaknya puzzle yang berantakan dan berserakan di atas lantai. Entah mengapa, malam itu aku rasanya ingin mengeluarkan air mata dan saat itu tatapanku masih ke arah bintang yang cerah itu. Aku merasa tidak berdaya, aku ingin bercerita keluh kesahku kepada temanku itu namun aku tidak bisa.
Ingin rasanya aku meraih bintang yang bersinar itu. Cahayanya yang berkilauan membuat hatiku tersentuh. Namun, apakah aku akan terus terpuruk dalam kesedihan seperti ini? Aku masih memiliki satu masalah dalam aktivitas sehari-hariku di dunia ini. Aku ingin sekali menyelesaikannya namun aku kembali bersedih dan aku melihat ke arah bintang itu lagi. Aku sangat bahagia karena aku masih ditemani sinar cahaya bintang itu.
Waktu sudah menunjukan pukul 00.00 dan aku masih memikirkan betapa bersalahnya diriku atas kejadian yang telah aku perbuat kepada orang yang menurutku telah kubuat sedih. Namun sekali lagi, cahaya bintang itu semakin benderang. Aku bersyukur karena aku masih bisa hidup dalam keluh kesah ini dan aku masih bisa bertahan dan aku ingin agar aku tetap bahagia seperti cahaya bintang yang bersinar dan menemaniku malam itu.

Jumat, 22 Januari 2010

PERUBAHAN ADALAH JALAN MENUJU KEBENRAN

Hidup di dunia ini sangatlah tidak mudah. Kehidupan begitu sulit jika kita menjalani sesuatunya dengan perasaan kecewa dan emosi. Hidup memanglah tidak mudah dijalani apabila diri kita masuk ke dalam dunia yang kelam dalam arti pemikiran kita sudah jauh dari apa yang disebut sebagai kebaikan. Ya, perubahan adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang mengerti dan paham agar dirinya masuk ke dalam dunia yang baru. Dari seseorang yang baik, bisa saja menjdi orang yang membuat kesal orang lain. Seseorang yang seperti itu biasanya memiliki perasaan yang begitu sakit karena adanya seseorang yang menyakiti satu bagian dalam hatinya sehingga pemikirannya menjadi suram. Maka perubahan itu seharusnya dari yang buruk, mengecewakan, membuat kesal, emosi, dan sakit hati, harus di ubah menjadi sebuah jalan kebenaran berupa seseoran yang menjadi baik, suka menolong dan membantu, membuat semua orang bahagia dan tertawa, serta gembira selalu.

Namun ternyata seorang Andre memiliki pendapat bahwa memang diri andre ini sangatlah membingungkan. Apa yang terjadi? Ya, andre ini memiliki hati yang tercabik-cabik. Mengapa? Begitu banyak masalah dan kejadian yang terjadi di dalam kehidupannya. Ya, dia berubah. Dia berubah demi menjalani kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Perubahannya itu memang terlihat membuat teman-temanya bingung dan rata-rata gak percaya bahwa seorang Andre menjadi seperti ini. Namun, ini semua adalah proses perubahannya menjadi seseorang baru demi menggapai masa depannya dan menjauhi semua yang telah membuat hatinya sakit.

Ya, Andre adalah contoh seseorang yang harus berubah dimana ia ingin masuk ke jalan kebenaran dimana ia pada akhirnya bisa menjadi seseorang yang membawa kebahagiaan bagi semua orang dan bagi setiap manusia yang sedang berada dalam kesedihan dan kesulitan. namun, diri Andre ini masih memiliki satu pilar di hati yakni masalahnya yang belum runtuh dan masih menempel kokoh di dalam hatinya. Ia tidak dapat merubuhkannya namun ia hanya bisa menjadi diri apa adanya untuk berubah. Ya, ia ingin berubah. Apa yang terjadi jika ia yang dulu katanya suka membuat orang bahagia sekarang mejadi seorang yang kaku dan minder. Ya, dia masih terpuruk dalam kesakitan hatinya. Yang ia butuhkan adalah PERUBAHAN dan ia akan menemukan JALAN KEBENARAN karena ia memiliki jalannya sendiri untuk menjalani hidup di dunia ini

Sabtu, 26 Desember 2009

Hari pertama liburan Natal tanggal 26 Desember 2009

Pagi ini saya bangun jam 7.30 pagi. Yup, karena bangun pagi saya langsung saja membereskan isi rumah yang begitu berantakan karena semaleman saudara saya datang dan saya akhirnya merapihkan seluruhnya. Hingga jam 9 pagi saya bekerja seperti di seminari. Yah, saya langsung saja mandi dan pergi ke Hypermall Bekasi untuk nonton. Sebenarnya mengajak seorang teman namun ia ada acara sehingga saya sendiri. Hitung-hitung untuk menyenangkan diri sendiri. Saya sampai di rumah jam 1 siang dan kembali melihat rumah kotor. Saya langsung merapikan kembali. Saya menjadi pembantu seharian di rumah namun ini semua demi adik-adik saya. Hmmm.... saat pukul 4 saya akan pergi ke rumah Gery dan siap-siap untuk jalan-jalan. Yah, hari pertama begitu menyenangkan karena bisa santai dengan mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan sendiri.

Selasa, 22 Desember 2009

Setelah Retret.......

Yap, retret panggilan, inilah yang disebut selalu setiap bulan Desember di seminariku tercinta. Mengapa ada retret panggilan? Itu semua demi melihat kembali apakah hidup panggilanku mulai serius dan meningkat atau makin menurun. Yap, banyak yang saya dapat dari retret. Saya merasakan keheningan yang begitu dalam saat retret. Keheningan itu merupakan anugerah menurutku karena dengan hening kita bisa memikirkan segala sesuatu yang akan kita hadapi di depan kita nanti. Saya menggunakan keheningan untuk berdoa. Saya mencoba untuk mendapatkan langsung dari Tuhan jawaban yang tepat untuk diri saya. Yap, jawabannya adalah saya akan terus maju dalam hidup panggilan dan saya akan terus melangkah dalam kasih Tuhan. Saya mendapatkan pemikiran bagus yakni segala sesuatu bisa berubah di depan. Ini menjadikan saya ragu, tetapi pemikiran saya ini ternyata bisa saya lawan dengan pemikiran baru yakni HIDUP ADALAH KEHENDAK TUHAN, maka kita jalani saja hidup apa adanya dan jangan berpikir segala sesuatu yang akan terjadi di depan namun lihatlah apa yang terjadi saat ini. Ya, saya senang karan bisa saat ini saya mendapatkan segala hal yang menarik untuk diri saya dalam melanggkah dalam panggilan. Ya, hidup bagaikan angkasa yang luas dimana maksudnya hidup kita ini punya makna yang dalam dan luas seperti angkasa. Seperti inilah indahnya hidup
Seluas inilah makna hidup kita jika kita menjalani hidup apa adanya.
Ini sekedar foto-foto retret:
Sebelum retret, bareng frater UU ( yang sebenarnya bukan frater)
Sebelum jalan minta perlindungan dulu dari Bunda Maria
Haus abis doa seharian
Wah, selesai retret asiknya foto bareng.........