Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Kamis, 04 Maret 2010

LIHATLAH LANGIT ITU!

Ya, sesuai dengan judul, lihatlah langit itu. Biru saat pagi, orange saat sore, dan biru hampir hitam kelam saat malam hari. Ya, itulah langit.
Coba kita lihat langit di pagi hari. Warnanya biru dan kita yang melihat dapat merasakan kebebasan dan langit pagi dapat dilihat juga memiliki awan dimana awan itu dapat diandaikan sebagai kabut-kabut yang menghalangi keindahan. Ya, itulah langit pagi.
Lalu, lihat langit sore. Orange indah dan begitu menyentuh. Kita andaikan langit sore sebagai kehidupan yang sedih dimana banyak peristiwa yang sangat menyentuh dan dapat membuat kita menangis dan bahkan itulah awal dari kebahagiaan.
Lihat pula langit di malam hari. Gelap, kosong, benar-benar kelam. Namun ada bintang-bintang yang menyelimuti sehingga begitu indah dan ini merupakan keadaan hati yang begitu indah setelah melewati tantangan dan kesedihan sehingga muncul keceriaan.
Ya, hidup kita pasti seperti langit-langit itu. Langit pagi yang indah namun ditutupi awan sehingga dimana perasaan kita saat berada di posisi bahagia, namun pasti ada gangguan yang dapat menghalangi perasaan kegembiraan kita dimana di langit kita melihatnya sebagai awan. Langit itu berubah menjadi langit sore yang menyentuh dimana kita merasakan kesedihan karena kita tidak dapat menghindari masalah itu dan kesdihanlah yang ada dimana langit sore itu juga merupakan tandanya kita berpisah dari cahaya terang matahari dan langit menjadi gelap sehingga langit sore merupakan suatu kesedihan yang mendalam. Lalu langit malam, dimana langit ini merupakan kegelapan dan kesedihan. Kesedihan ini sudah membuat hati kita kosong, namun coba lihat dengan jelas, akan ada cahaya bintang yang muncul dimana itu bukti bahwa dalam sebuah masalah yang mengakibatkan kesedihan dalam diri kita itu masih ada harapan untuk kembali bahagia. Ya, itu semua memang dapat kita lihat dan kita rasakan saat kita hidup di dunia ini. Rasakanlah semua rasa yang pahit dalam hidup. Rasakanlah rasa sedih yang ada dalam diri. Rasakan itu semua lalu renungkan. Jadikan semua itu pelajaran dan temukan jalan keluar. Semua perasaan di dunia ini hanya sekitar sedih dan senang. Jika senang janganlah mencari kesedihan namun hilangkan kesedihan orang lain, jika dalam kesedihan, jangan tunjukna rasa kesedihan itu melainkan selalu ceria dan lupakan rasa sedih itu. Mari kita bagaikan bintang yang menyinari malam, mengolah matahari tenggelam di langit, dan pelajari awan yang menutupi keindahan di pagi dan siang hari. Maka hidup kita pasti bisa merasakan kebahagiaan lebih daripada kesedihan.