Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)
Tampilkan postingan dengan label Freak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Freak. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Ok, tapi NO!

Ceritanya lagi di kampus, nunggu ujian dimulai. 

Percakapan absurd dimulai: "Yang benar aja bos? Kesulitan saat ini gak nentuin kehidupan lo keles!"

yup, ini kata salah seorang temen kuliah ke gw yang puyeng mampus gara-gara UAS dan nasib hidup ke depan. Bukan cuma dia, gw juga ahaha. Rasanya sih saat ini macam gado-gado dicelup dalam saus stroberi yang diberi citra rasa bumbu masakan padang, dan wow, jadilah sampah, siapa mau makan, hehehe. Oh ya sebenarnya bukan apa-apa sih, cuma rasanya beda aja. 

"Tiga hari lagi coy UAS selesai, wonten menopo? Emang kon damel opo ning dalu saking bengi? 'Ra sinau bro?", tanya dia lagi. "Wong aku 'ra popo bos, nanging sing wonten yo kabeh, sinau kaliyan mikir kathah urip mawon.Wes sing penting aku galau, hestage aku ra popo lah, ahaha", jawab gw.  

Eh, jawaban dari dia ngeselin, "Hidup=belajar, belajar=hidup, yo wes kitu, ra ono sing lain. Nanging beda kaliyan tresno?". "Bah, macam mana pula kau? Opo maksudmu? Sing ene ning ndasmu yo tresno kabeh. Pie ta cuk?", jawab gw. "Aku iso ndelo'e elo (ngomong "lo" dengan logat jawa yang kentel mampus). Wes, aku tau", katanya sok tau. Ya gw jawab aja, "Men, dunia lo tu terlalu sederhana buat gw. Gw sendiri males mikir gituan lagi. Serius dah, mendingan lepas itu dulu, terus gimana ama hidup lo ke depan? Masih mikir hal-hal metafisis aje lo!". 

Ahaha, dia ketawa dan waduh, gw ngerasa aneh dah pas itu. Ternyata banyak temen-temen yang lagi mikir hal yang sama dengan gw. 

"Bukan bos, maksud aku ya pasti lo punya passion...," belom selesai ngomong, gw sahut secepat petir. "Passion impossible yak?" dan sontak beliau ngamuk, "Ojo ngono mas, yo aku iki serius. Kon iku musti transfer tresno dhateng passion."

 Gw mikir, dan bener juga ya. Ya gw sih ok ok aja untuk passion, tapi NO untuk passion yang ngabisin waktu yang gak guna. 

Yah, kalau dipikir-pikir, gw ini terlalu banyak kontradiksi. Pemikiran gw selalu kontradiktoris dengan apa yang gw jalanin. 

"Wes bro, ojo nangis nggih!" suruh dia ke gw. "What? Opo? Naon eta teh maksudna? Abdi teh ncan kitu. Kon iku sing 'ra 'oleh nangis karo ceritaku wahaha," jawab gw.

Yup, akhirnya gw mikir dari keabsurdan yang terjadi. Biasalah omongan yang baru belajar filsafat dan tergila-gila karena pemahaman yang semakin luas. Tapi jujur aja, gw sih ok, tapi NO!

Kamis, 27 Maret 2014

Tulisan Lepas

F: "Gurih sekali rasanya, apaan sih ini?"
G: "Oh, itu sih namanya ikan gurami"
F: "Terus, ini kok manis?"
G: "Ini mah gudeg"
F: "Lho, yang itu kok asam, apaan sih itu?"
G: "Itu kedondong namanya"
F: "Ini yang terakhir! Kok pahit ya? Apaan sih ini?"
G: "Oalah, itu toh. Itu kan kamu ahahaha!"

Percakapan F dan G memberi suatu inspirasi bahwa terlalu banyak bertanya mengenai perasaan kepada orang ataupun merasakan apa yang ada dalam perasaan diri sendiri hanya membawa kita pada satu hal, sadar gak sih kita ini? Percuma kalo terlalu banyak nanya yang sebenernya udah ada jawabannya. Percuma tau kalo dilupain begitu. Percuma merasa tapi gak tau harus apa. Percuma kalo ngomong aku sebenernya begini tapi maunya begitu. Percuma kalo rasanya begitu gak taunya begini. Coba tenang, berpikir, dan lihat cermin. Sadarkah kita?

Jumat, 14 Maret 2014

Mungkin Surat Cinta Terakhir



Aku tahu aku bodoh
Aku tahu aku bukanlah orang baik
Aku tahu aku adalah manusia tanpa hati
Dan aku tahu jika aku terus membuatmu terus terusik

Inilah yang kusebut kebodohan
Sebenarnya aku ingin engkau tahu kalau aku masih memiliki perasaan padamu
Tapi aku merasa diriku terus mengganggumu
Aku terus memberimu beban pikiran yang sebenarnya tidak kau inginkan

Ya,  aku memiliki perasaan itu sejak pertama kali kita bertemu
Aku tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya
Aku bahagia ketika itu
Akupun mencoba untuk dekat denganmu walau pada akhirnya perbuatanku ini seperti membodohimu

Ketika aku tahu, ternyata kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku
Aku merasa sakit, sedih dan merasa tidak berguna
Aku mencoba untuk melupakan itu semua
Tetapi, semakin kulupakan semakin kuingat dirimu

Aku telah jujur
Tetapi aku merasa kamu belum sepenuhnya jujur
Tapi ini semua hanya spekulasi hati dari diriku
Agar aku bisa diterima dirimu
Tetapi, benarkah kamu jujur sepenuhnya?

Aku hanya bisa menertawakan diriku
Mengapa aku bodoh karena hingga saat inipun aku masih memiliki perasaan itu
Seandainya aku tahu cara melepas semua ini
Tetapi aku tidak mampu

Beribu-ribu cara kugunakan untuk melepasmu dari hidupku
Berjuta-juta menit aku ingin memusnahkanmu dari hidupku
Bermilyar-milyar jarak kulampaui agar aku bisa menghindar darimu
Tetapi tak terbatas apapun, dirimu tetap hadir dalam hidupku
Ribuan warna di dunia ini telah mewarnai kehidupanku
Tetapi tak ada satupun yang bisa mewarnaiku
Aku berharap itu adalah dirimu
Tetapi aku tahu, semuanya hanyalah harapan yang takkan pernah sampai

Akupun sadar, sejauh ini aku terus mengusikmu
Aku terus menghubungimu dengan pertanyaan bodoh
Aku terus membawamu dalam imaginasiku
Tetapi akulah yang terbilang amat bodoh karena tidak mau menerima kenyataan

Jika dikatakan berdosa, aku memang manusia pendosa
Apalagi jika aku mengenangmu, dosaku semakin bertambah
Alasanya adalah karena aku tidak pernah membahagiakanmu
Aku hanya parasit yang terus saja mengganggumu

Aku tidak tahu apa yang aku rasakan dan aku inginkan saat ini
Aku tidak bisa melangkah dengan baik karena kebodohan ini
Dan aku sadar bahwa aku ini terus mencari cara agar bisa menghapusmu dari ingatanku
Tetapi aku tidak bisa karena kamu terus ada di dalam bayanganku

Aku ingin melangkah menjadi lebih baik
Aku terus berusaha untuk mengubur pengalaman ini
Aku berharap agar semua tentangmu musnah dariku
Tetapi entah mengapa aku tidak bisa

Kamu telah memberi jalan untuk menjadikanku sahabatmu
Tetapi aku tidak mengindahkannya
Kamu telah memberiku perhatian
Tetapi aku selalu egois ingin mendapatkan yang lebih dari itu
Seandainya aku tahu seperti ini,
mungkin aku tidak akan pernah melakukan semua ini
Aku menyesal dan amat menyesal dalam hidupku
Mengapa aku harus mengalami ini?

Jika dikatakan ingin menangis, aku tidak bisa lagi
Jika dikatakan ingin tertawa, aku malah munafik
Jika dikatakan ingin maju, aku selalu mundur
Tetapi ketika aku ingin mati, aku selalu mengharapkan agar hal ini terjadi dengan segera

Aku tidak tahu mau bagaimana lagi terhadap perasaan ini
Aku tidak sadar lagi akan kehidupanku saat ini
Aku tertekan karena semua ini
Dan aku hanya ingin melepas semua ini

Enaknya menjadi dirimu yang bisa melupakan semua ini
Aku pasti akan bahagia jika bisa seperti kamu
Tetapi itu semua adalah harapan
Jadi, apakah makna semuanya?

Cinta, tolong pergi
Aku saat ini tidak butuh kamu
Aku membencimu cinta
Tetapi kenapa hanya cinta yang terus dipikiranku?
Kenapa aku tidak mati saja karena cinta ini?
Kenapa aku seperti masih diberi harapan olehmu?
Tolong, menjauhlah dariku!
Sekali mendengar kata yang menyebut cinta
Aku tidak pernah bisa menerimanya

Hai cinta, engkau begitu manis
Tetapi tidak untukku!
Hai cinta, engkau itu indah
Tetapi malapetaka bagiku!

Seandainya aku bisa seperti aku yang dahulu
Tidak tahu apa itu cinta dan amat membenci cinta
Mungkin saat ini aku bisa melangkah bebas

Ya, dari dulu aku tidak pernah percaya cinta
Tetapi kamu telah menghadirkan cinta itu
Aku tidak pernah menyalahkanmu
Tetapi aku menyalahkan perasaan ini

Aku bodoh
Aku hina
Aku adalah kotoran dari segala kotoran
Dan mengapa aku masih hidup?

Aku putus asa
Seandainya aku punya keberanian untuk berbicara denganmu sekali lagi
Aku hanya ingin mengatakan maaf yang sebesar-besarnya
Tetapi ketika aku mengatakan maaf,
selalu saja kamu tertawa dan bertanya mengapa aku meminta maaf

Ya,
Aku akhirnya berani mengungkapkan ini
Aku tahu bahwa tulisan ini membuatku semakin bodoh dihadapanmu
Dan aku tahu bahwa dengan ini semua, tidak mungkin kamu menjadi apa yang aku harapkan

Seandainya kamu membaca ini
Aku hanya ingin memberi tahu bahawa kamu tidak salah
Aku adalah kesalahan itu
Kamulah yang benar
Kamulah yang membuka pikiranku
Aku hanya berharap
Dengan harapan terdalam
Aku hanya mencoba untuk melepasmu
Aku ingin sepertimu yang bisa bebas melangkah
Aku ingin sepertimu yang tidak memiliki perasaan apapun padaku
Aku selalu mencoba, dan terus mencoba
Dan aku tidak akan pernah mau mencintai siapapun lagi
Mungkin, inilah surat cintaku yang tidak pernah sampai padamu!



Nb: Terima kasih atas semuanya, dengan ini, mungkin aku akan menjadi manusia yang tidak pernah mendukung cinta yang ada dalam diriku sendiri, karena cinta bagiku hanya sebuah permainan antara bahagia dan sakit, dan ini semua hanya karena aku tidak tahu apa itu cinta selain sebuah teori!


AthengIsMe

Minggu, 09 Februari 2014

Little Memories - Trip to Bali

Persiapan dulu sebelum jalan ( eksis dikit maksudnya ahaha :D )


Makan bersama sebelum melakukan penyebrangan
Nah di atas kapal, tapi sayang sendirian di atas (yg lain udah turun ahaha)
Ssttt ada lauk di sana!!! Laper abis 6 jam penyebrangan







Oke, sedikit perjalan ziarah atau napak tilas, lumayan banyak bangunan gereja Katolik klasik dengan budaya Bali yang kental, hm...hm...


 Nah, ini nih, foto asik-asik :D
 
Kuta bro....sudah lama kurindukanmu Ambon (lho!?!?!)


Niat lompat tapi telat ckckck

Menikmati angin pantai
Ada cewek cantik di sana ahahaha

Foto rame-rame dulu ah

Cari yang matanya gak fokus ke kamera ahaha

Lumayan begaya bareng penari Bali

Istirahat perjalanan panjang bos

Makan sambil denger musik live, Bali bangetz ahaha

Tukar profesi, ngamen dikit

Nongkrong ama anak SD ( Lupa umur nih )

Asik, balik lagi ke pantai bro...

Aduh adem ayem...

Kalo bisa liat penampakkan hebat :D

Lumayan ngalahin foto model FTV

Terakhirlah sebelum balik foto sama Koboi Pantai ahahaha




 Ya ya ya, demikian sedikit kenangan kecil waktu jalan ke Bali, sebenarnya foto yang ada begitu banyak tapi lama uploadnya ahahaha. Nice and Happy Trip!