Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Kamis, 27 Maret 2014

Tulisan Lepas

F: "Gurih sekali rasanya, apaan sih ini?"
G: "Oh, itu sih namanya ikan gurami"
F: "Terus, ini kok manis?"
G: "Ini mah gudeg"
F: "Lho, yang itu kok asam, apaan sih itu?"
G: "Itu kedondong namanya"
F: "Ini yang terakhir! Kok pahit ya? Apaan sih ini?"
G: "Oalah, itu toh. Itu kan kamu ahahaha!"

Percakapan F dan G memberi suatu inspirasi bahwa terlalu banyak bertanya mengenai perasaan kepada orang ataupun merasakan apa yang ada dalam perasaan diri sendiri hanya membawa kita pada satu hal, sadar gak sih kita ini? Percuma kalo terlalu banyak nanya yang sebenernya udah ada jawabannya. Percuma tau kalo dilupain begitu. Percuma merasa tapi gak tau harus apa. Percuma kalo ngomong aku sebenernya begini tapi maunya begitu. Percuma kalo rasanya begitu gak taunya begini. Coba tenang, berpikir, dan lihat cermin. Sadarkah kita?