Yesus terlahir di dunia ini demi menyelamatkan umat manusia di dunia. Ia memang memiliki peran seperti itu, namun coba kita bayangkan. Ia wafat di kayu salib dimana salib adalah lambang penghinaan bagi para penjahat kelas berat. Mengapa Yesus rela wafat di kayu salib? Yesus disalib demi menyelamatkan seluruh umat manusia. Mengapa harus dengan cara disalib? Ya, seperti kita ketahui, salib adalah lambang penghinaan pada zaman itu. Yesus disalib demi kita umat manusia di dunia dengan maksud menghapus dosa-dosa kita. Ya, kita lihat saja. Yesus melewati jalan yang berbatu, ditambah lagi dengan cemoohan, diludahi, dan dicambuk, untuk menuju bukit golgota dan di bukit itu Yesus disalib. Hal ini terlihat bahwa pengorbanan Yesus sangatlah besar bagi umat manusi untuk menyadarkan kita semua. Kita lihat kehidupan kita saat ini di zaman ini. Apakah kita mau berkorban demi sesuatu yang baik? Pasti lebih banyak berkorban untuk kepuasan sendiri dan rata-rata merugikan orang lain. Apakah kita mau sengsara demi kebahagiaan orang lain? Jelas tidak, namun Yesus mau. Maka dari itu, marilah kita rela seperti Yesus, kita mau memanggul salib kita di dunia ini, dan kita rela berkorban demi semua orang. Untuk apa kita memikirkan kebahagiaan sendiri tanpa melihat kebahagiaan orang lain. Untuk apa kita hidup bila hanya untuk kesenangan sendiri dan merugikan orang lain. Mari seperti Yesus dan janganlah mengikuti orang-orang yang menghukum Yesus. Ayo panggul salib kita di dunia tanpa mengeluh, ingatlah selalu Tuhan layaknya Yesus yang mau menderita tanpa mengeluh dan hanya pasrah dan berserah pada Tuhan. Semoga sengsara Yesus menjadikan kita sadar hidup itu harus saling berkorban dan mau menghargai dan membahagiakan satu sama lain.