Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Selasa, 22 April 2014

Ter......

Okay. Gw nggak tau nih. Ada yang aneh dengan zaman ini. Sore ini hujan baru berhenti, tapi kok nggak bisa liat pelangi yah? Ahh, padahal gw rindu ngeliat pelangi. Fiuuh, gak apa. Oh ya, gw baru selesai baca komik yang di mana tuh komik adalah satu-satunya yang bisa bikin gw nangis di depan komputer (soalnya gw baca diinternet). Ceritanya sih tentang kehidupan seorang gadis vampir. Gw bukan nangis karena soal hidup percintaannya, tapi gw lihat sisi kemanusiawiannya. Bayangkan! Vampir yang notabene manusia, memiliki perasaan yang sama dengan manusia, adalah peminum darah. Tapi yang satu ini beda, karena vampir tidak akan bisa keluar dari rumah dan terkena cahaya matahari bila dia meminum darah manusia. Jadinya dia minum darah babi. Yup. Saya senang endingnya. Gimana tidak? Manusia takut dengan vampir hanya karena peminum darah. Coba pikir mengapa vampir minum darah? Karena dari situasi dan kondisinya serta keluarganya yang memang turun menurun peminum darah. Walau bukan darah manusia, tetapi tetap mereka adalah vampir. Tapi mereka bisa hidup bersama manusia, bahkan bisa memiliki rasa dengan manusia. Wow, padahal manusia jika mendengar vampir tidak akan pernah mau mendekatinya. Bayangkan diri kita sendiri! Manusia, yang hidup dengan manusia, masih ada aja yang saling membunuh, mencemooh, korupsi, dan perbuatan negatif lainnya terhadap sesama manusia. Yah itulah dunia. Hehe. Tapi rasanya hari ini gw mulai merasa kekosongan yang luar biasa. Ada apa ya? Haaaah, seandainya gw bisa berpikir dengan lebih baik. Ahaha, bukan saatnya galau. Fiuuh, rasanya hanya ingin menuangkan isi hati dalam blog ini, tetapi sulit menulisnya. Ada beribu-ribu tulisan akan perasaan yang ingin gw tulis. Tapi saat ini gw sedang berpacu dengan waktu. Jadi, gw hanya bisa tulis di buku pribadi, bukan di sini. Okay, keep moving boy!