Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Jumat, 20 November 2009

Waduh...

Ya, refleksi ini mungkin buat diriku yang "aneh." Sekali lagi, hidup ini banyak makna dan karena terlalu banyak makna, diriku menjadi tidak bermakna. Wah, susah juga hidup. Ya, hidup itu sulit, tidak mungkin hidup di dunia ini tanpa masalah. Hidupku itu terlalu banyak masalah, dan apa yang terjadi? Segala masalah ini merembet ke dalam hidup pertemanan, nilai pelajaran, hidup di seminari, dan selama sebulan penuh ini, keadaan desolasi ada di dalam hidupku. Apakah hanya karena masalah itu? Ya, bukan juga. Aku terlalu banyak masalah sehingga bingung mau menyelesaikan yang mana, akhirnya penyakitlah yang bersarang dalam tubuhku ini. Batuk, Pilek, Demam, Pusing, segalanya jadi satu dan membuat diriku ini lemah dan malas melakukan kegiatan. Aduh. Sedih juga nih.