Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Minggu, 25 April 2010

Hufff, new problem

Aduh, pikir aja, dari belum masuk seminari ampe hidup di seminari, saya selalu dilibatkan masalah yang berat. Coba pikir, tahun ini aja udah hampir buat saya gak niat hidup karena masalah yang menumpuk yang saya andaikan setinggi menara eifel di Paris. Sial. Apakah ini yang Tuhan inginkan? Apakah bisa hidup terus dengan terlibat masalah yang selalu ada? Yah, walaupun setiap hari saya ketawa, tersenyum pada setiap orang, dan membuat orang lain setidaknya bahagia, namun itu semua saya lakukan demi menghilangkan beban di hati. Entah mengapa saya ini tidak ingin menyampaikan masalah kepada orang lain atau meminta bantuan dari oeang lain. Coba liat postingan blog yang lalu-lalu, isinya gak jauh beda dari masalah yang selalu hadir. Jujur saja, saya udah gak tahan bila begini, namun mengapa saya masih hidup dan masih bisa tertawa bahkan membuat orang lain tertawa? Ingin menangis pasti gak bisa, ingin teriak sayangnya mengundang orang untuk datang. Ya, saatnya aku hening. Hening untuk memikirkan jalan keluar yang tepat. Aku butuh solusi. Yup, hehehehe, ternyata saya juga perlu dibuat bahagia oleh orang lain juga. Sudah hampir 18 tahun saya hidup dalam masalah dan saya masih bisa tertawa. Hahahaha....... streskah diriku? Ya. Stres ingin rasanya memusnahkan semua orang yang membuat masalah dari pikiranku. Rasanya ingin jauh dari semua orang yang memberikanku masalah. Saya yakin, saya bisa terus lanjut menjadi imam tapi inilah hambatan karena masalah  terbesar yang sangat menghalangi saya untuk menjadi imam sedang ada di dalam diri ini. Arrrgghh!!!!!! Bingung sekali.

Ya, tahap refleksi dariku bahwa masalah itu akan terus hadir dalam diri setiap orang. Kita tidak bisa melepaskan diri kita dari masalah. Walau banyak masalah yang kita terima, itu berarti banyak pelajaran baru yang akan kita dapatkan. Maka marilah menjalani hidup apa adanya. Coba jangan menyerah dan tetap hidup dalam Tuhan agar kita terus dibimbing untuk hidup.