Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Minggu, 02 Mei 2010

KAMUS CINTA

Bila telapak tangan berkeringat, hati dag dig dug suara bagai tersangkut di tenggorokan
Itu bukan cinta “tapi suka”
Bila tangan tak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya
Itupun bukan cinta tapi birahi
Bila menginginkannya karena tahu ia akan selalu di sampingmu
Itu juga bukan cinta melainkan kesepian
Bila menerima pernyataan sayangnya karena tak mau menyakiti hatinya
Itu bukan cinta tapi kasihan
Bila bersedia memberi segala sesuatu yang kamu sukai demi dia
Itu bukan cinta tapi kemurahan hati
Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya pada orang lain
Itu bukan cinta tapi kemujuran
Bila kamu katakana pula padanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu inginkan
Itupun bukanlah cinta tetapi gombal
Lalu tanyalah :…… bagaimanakah mencintai itu?


Mencintai itu :
Ketika kamu menerima kesalahannya…
Ketika kamu terbuka hati, dan kehidupan dengan segenap jiwa…
Ketika hatimu tercabik-cabik saat ia sedih, dan berbunga saat ia bahagia…
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya, Walaupun ia terlihat tegar….
Ketika kamu tertarik pada orang lain, tapi kamu masih setia padanya…
Cinta adalah sebuah pengorbanan
Mencintai itu berani untuk member segenap hati padanya
Cinta itu merupakan hilangnya rasa egois dan egoissentris
Kadang pengorbanan itu menyakitkan
tapi itulah cinta dan kasih sayang