"Aku tak mengerti, apa yang ku rasa....
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya...."
Yap, lirik tersebut sedang merasuki diri saya. Hehehe, entah mengapa ada sesuatu yang membuat diri saya bersalah terhadap seseorang dan saya masih merindukan saat-saat berbahagia dengannya. Hehehe, namun sudah tidak mungkin lagi bisa bersama. Apakah bisa?? Really? Ah, i think it is impossible because i make some mistakes for that people. Ya, banyak kesalahan yang telah ku perbuat. Hmm, seandainya ada waktu, tapi jika ada, apakah aku masih bisa?? Aku ini jika punya salah sangat sulit untuk mendekati orang yang telah kecewa karena kesalahanku. Sebenarnya kecewa juga, tapi sekali lagi, aku adalah aku. Sifatku tidak bisa diubah dengan mudah. Jika aku salah, ya sudah, salahkan aku, jika masih membutuhkanku, ya sudah, usahalah menyadarkanku untuk kembali seperti dulu.
Aku memang salah, aku memang hina, maafkanlah untuk semua. Semua yang terjadi, tak bisa ku ubah, diriku sendiri lagi. Karena memang kau tak pantas ku sakiti lagi dan lagi, karena ku lewati batas untuk sendiri lagi dan lagi. Yap, kini ku sendiri lagi. Hehehe, saatnya mencari kegembiraan lain, namun sungguh, rasa kecewa ini tak mungkin bisa ku ubah lagi dan menurutku semuanya berakhir, semua rasa yang telah ku miliki, dan sekarang aku hanya bisa berharap. Aku tak mengerti perasaannya, aku tak mengerti apa yang ia inginkan, aku tak mengerti apa yang ia rasa, namun aku tau bahwa aku dan ia jalannya telah berbeda. Apakah aku harus berharap agar ada sebuah jawaban? Mungkin aku tidak bisa langsung berbicara kepadanya namun hanya melalui postingan ini. Sial, aku sadar, bahwa aku tidak bisa mencintai seseorang, namun aku sadar, bahwa aku hanya bisa membuat bahagia semua orang kecuali dirinya. Aku tak mengerti, sungguh tak mengerti.
Bila ada kesempatan, raihlah kesempatan, namun kesalahanku tidak mengerti bahwa kesempatan itu adalah sebuah kesempatan.
Bila ada waktu, gunakanlah sebaik mungkin, namun aku tidak pernah menghargai waktu dan menggunakan waktu dengan baik.
Bila ada cinta, sungguh, aku tak mau lgi berurusan dengan hal itu.
Bila ada pengalaman, maka itu kujadikan pelajaran.
Bila kehidupanku meresahkan semua orang, maklum karena aku pria yang memiliki terlalu banyak sakit tepat di batinnya.
Tetapi bila ada Tuhan, disanalah aku hanya bisa meratap, berdoa, menangis, tertawa, bahagia, bersyukur, memohon, dan mengabdikan diriku, lebih dari mencintai seorang wanita.
Aku..
mencoba menjadi Seminaris Tangguh.
Aku akan kembali di jalan Tuhan.
Aku tak mengerti satu hal, yakni Cinta yang sesungguhnya dalam diriku, maka maaf bagimu, teman!!!