Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Minggu, 18 Juli 2010

Ya Tuhan, sungguh, bingung sekali diri ini. Ingin rasanya pergi namun aku menyadari itu tindakan tidak baik tapi seandainya aku melakukannya maka benar, aku sudah tidak akan ada lagi hari esok dan hari ini terakhir. Aku hanya berharap, tolong berikan kedamaian, bagi keluarga dan hatiku serta pikiranku, aku ingin hidup apabila segalanya senantiasa menjadi baik, aku bingung dan sulit rasanya. Aku ingin menggapai cita-cita namun sekarang terhambat karena masalah ini. Oke aku hidup apakah iya??? Aku hanya memilih hari ini. Aku harap segala rencana berhasil kulakukan. Aku pergi. Semoga ya Tuhan, Kau membuat orang tuaku sadar dan mau menyatu layaknya kebahagiaan yang pernah mereka rasakan. Aku pun demikian namun aku rela mengorbankan segalanya yang penting mereka damai. Aku rela kau taruh dimana pun jiwaku ini tapi biarkan semuanya bahagia dan tidak menjadi suatu bencana dalam kekeluargaan yang dijalin selama ini sampai ke depannya. Berikanlah hal ini ya Tuhan. Aku sungguh, dan apabila aku hidup berarti saatnya merubah diriku sendiri dan memulai dari baru lagi dan sungguh aku masih terganjal semua perasaan yang kurasakan selama ini, bahagia, sedih, takut, cinta, benci, dan segalanya. Aku ingin Kau berikan segala yang terindah dalam hidup. Amin.


Hidup memang sulit. Sungguh.
Raihlah dan Capailah keinginan.
Sungguh, betapa sulitnya, namun kejar dan raihlah.
Aku bingung.
Namun bagi yang lain, 
berusahalah meraih kehidupan yang lebih baik.
Jadi, saatnya aku melakukan apa yang ku kehendaki.
Jadikanlah hidup lebih hidup
namun harus ada kemauan yang tinggi 
tidak putus asa
Inilah yang menyulitkan diri
Maka saatnya berjalan dalam kedamaian.
Change Mind.........Peace for all.