Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Jumat, 08 Oktober 2010

Kenapa sih?

Ayo bro, lo bisa! Ya, banyak orang yang berkata seperti itu ke gw. Namun, gw sendiri tidak bisa melakukannya. Gw tau gw bukan orang yang bisa segalanya. Tapi jujur aja, hal yang paling buat gw merinding ya ini, Cinta. Ah, memang dah, gw bingung. Gw udah di ujung umur pengandaiannya, kenapa? Sekarang gw kelas 3 SMA, dan gw harus memilih jalan yang pantas buat gw, selain itu gw seminaris, gw juga harus melihat ke depannya yang terbaik, pilihan apa yang harus gw pilih. Gw pengen banget nulis riwayat hidup, tapi jujur aja, hidup gw gak lebih dari manusia biasa karena ada sebuah kalimat, hidup aja sudah susah, ngapain dibuat susah lagi. Dan gw baru mendapatkan itu sekarang.

Tapi kita balik lagi dengan yang namanya cinta. Ah, gw sempet kecewa tapi so what? Memang itulah hidup, kalau gak dibuat senang ya dibuat kecewa. Ckckck, sebenarnya gw juga nggak senang kalo gw terlalu terpaku dan menyimpan perasaan gw ini berlarut-larut dan akhirnya kayak Hangman, gantung. Gw senang kalo bisa ngobrol ama dia, gw senang ngeliat dia senyum, tapi jujur, karena gw bukan orang yang nekat, udah ada kali hampir setahun gak ngobrol langsung secara berhadapan muka, itu juga pernah sekali dan kemarin doang. Sebenarnya gw ingin mendekati, gw ingin ngobrol setidaknya, dan gw gak bisa.

Payah. Gw merasa bukan gw kalo udah ngomongin cinta karena gw yang suka acak-acakan, jahil, ribut, ceriwis sana ceriwis sini, pasti jadi orang yang bukan gw istilahnya 180 derajat berubah. Gw hanya ingin minta maaf mungkin gw hanya bisa ngomong cinta tapi gw gak bisa mendekati dan menyatakan secara sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa? Itu karena gw dan anda sendiri memiliki kegiatan masing-masing. Sebenarnya, gw tau jika anda ingin menjadi sekedar sahabat baik, allright it's no problem for me but i don't know what can i do for you?

Gw bukan orang yang berani bermain-main ama perasaan. Gw ini bukan orang yang pandai, apalagi seperti seorang superstar yang tampan, hahaha, gw apa adanya. Gw juga suka sama anda apa adanya. Tapi ya balik lagi. Pembelajaran ini udah membuat gw sadar bahwa memang seperti ini jika diantara anda dan gw sendiri tidak ada yang nekat, bodo amat mau diejek tapi jujur, gw merasa sebelum gw melanjutkan jalan kehidupan gw untuk ke depan, gw mau memiliki kesempatan, satu aja kesempatan, untuk merasakan apa sih cinta? Apa sih pacaran? Apa sih rasanya? Seandainya gw punya kesempatan, tapi menurut gw ini merupakan tantangan karena gw seorang seminaris, namun inilah harapan terakhir yang ingin gw rasakan. Gw menyerah soal cinta, gw gak pengen kalo akhirnya gw selesaikan dengan menggantung perasaan, imbasnya ke masa depan adalah sesuatu yang buruk dan membuat terpuruk. 

Aku hanya bisa merasa, tapi tidak bisa merasakan yang sesungguhnya. Aku hanya bisa bermimpi tapi tak bisa mewujudkannya. Aku hanya bisa tertawa, tapi bukan tertawa yang sesungguhnya melainkan karena menutup perasaan. Aku bukan orang yang nekat melainkan mudah menyerah. Aku orang yang apa adanya sehingga aku memang lemah tidaklah kuat. Aku orang yang hidup, namun perasaannya mati. Aku orang yang hanya bisa berharap dan berharap, aku hanya bisa merenung, aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri, dan aku bukanlah seseorang yang pantas untuk mengatakan cinta pada seseorang.

Ya, gw sendiri merasa bersalah. Coba gw gak ngomong cinta pada dia, tapi gw sungguh-sungguh. Tapi yang terjadi, fatal. Semoga gw masih memiliki kesempatan yang baik. Dari banyak wanita yang kusuka, hanya satu yang paling kusukai, apa adanya, baik adanya, tidak memandang apakah ia kaya atau miskin, tapi hanya perasaan yang dapat menjawab.

I'm the one who wants to be with you.
Deep inside i hope you'll feel it too.
Waited on the line of greens and blues.
Just to be the next to be with you.
(Mr. Big)