Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Kamis, 26 September 2013

Sadar Keberadaanku

Coba  lihat, terkadang pandangan seorang manusia itu sempit. Mereka memang memandang hidup di depan mata, tetapi yang dipandang sungguh-sungguh membuat diri terbungkam akan sebuah tragedi, masalah, kesedihan, dan kegelapan. Ya, saya sadar bahwa manusia harus melihat keberadaan mereka secara sungguh di dunia ini. Saya merasa ada sesuatu yang lain di mana ketika dunia menjadi indah untuk dinikmati. Coba bayangkan, keadaan malam hari yang sejuk dan bulan serta bintang bersinar di langit malam biru gelap yang cerah. Dengan keadaan itu biasanya saya masuk ke dalam keadaan diri yang tenang, sepi, dan banyak pikiran-pikiran jernih yang masuk. Tapi sekarang saya mencoba membuka mata, melihat langit biru muda indah, angin sejuk pagi, dan ditemani oleh cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Tidak jauh beda dengan keadaan malam yang membawa diri pada semangat baru.

Sebenarnya apasih yang mau diomongin di sini?

Ya, dunia  memang tercipta dihadapan setiap manusia. Saya belajar untuk menyadari diri saya pribadi agar bisa meraih kebahagiaan ketika hidup di dalamnya. Dunia yang indah tidak boleh disia-siakan dengan perasaan kita yang galau sana-sini, pusing sana-sini, dan sana-sini lainnya. Coba bawa diri ke dalam keindahan pribadi, maksudnya tempat manakah yang paling disukai untuk diam dan merefleksikan keadaan hidup? Jauhkan segala pikiran-pikiran yang membuat otak hampir meledak dengan memandang ciptaan Allah yang indah di dunia ini. Tutup mata, pasang telinga dan dengan semua yang ada di sekeliling kita. Bayangkan kita hanya ada sendiri di tempat itu dengan keadaan nada-nada yang menemani sebagai teman untuk terlelap. Bayangkan keindahan apa yang akan di dapatkan setelah kita membuka mata. Ya, terkadang harus membawa diri pada impian sendiri dan mencoba meraih kebahagiaan. Dengan ini semua, saya merasa bahwa saya ini ada di dunia. Aku berada dengan kesadaranku sendiri bahwa dunia itu nyata. Aku memang ada di antara dunia yang luas, tetapi bukan berarti aku tidak bisa menguasainya. Melihat alam dan menjadikannya sahabat sama dengan membawa diri pada dunia. Sadari keberadaan dan masuklah ke dalam hidup yang indah ini.

Ahh, refleksi gak jelas, tapi cuma pengen nulis aja.