Ketika membuka mata, dunia mulai terlihat.
Ketika membuka telinga, suara mulai terdengar.
Ketika membuka hati dan pikiran, apa yang terjadi?
Hanya orang yang bersangkutan yang tahu!
Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)
Selasa, 08 April 2014
Ahaha,
kali ini buat tulisan tanpa judul soalnya gak tau apa judul yang tepat. Gini
lho, sebenernya gw nulis ini mungkin untuk memperjelas aja kali ya. Gw tau Jes
(akhirnya gw to the point), kalau
sebenernya kita nih macam orang yang bersandiwara. Kenapa? Lo dan gw seperti
mau menunjukkan diri siapa yang paling benar dan paling kuat dalam menghadapi
sumber masalah kita, yaitu cinta. Untuk apa loe sama gw membahas hal yang
sebenarnya sulit untuk dicari jalan tengahnya, apalagi tiada kepastian atau
bahkan kejujuran dari perasaan masing-masing. Apa sih yang sebenernya lo
inginkan Jes dari gw? Gw mencoba menjauh sungguh-sungguh, eh malah
ditunggu-tunggu. Giliran gw menyatakan diri, eh elonya lari. Jadi, apa sih yang
lo inginkan Jes? Gw sih jujur, saat ini gw bukan pribadi yang kayak dulu lagi,
bertindak seperti orang bodoh dalam hal cinta, yang gw sebut teori belaka itu.
Gw tau klo tulisan gw di blog ini seperti mengejek atau bahkan menjatuhkan lo.
Lho, Jes, bukannya tulisan lo juga dibuat untuk memperingatkan atau bahkan
menjatuhkan gw? Inilah yang gw sebut kita nih macam orang yang saling
menyerang.
Jujur
aja, gw memang laki-laki teraneh dalam hidup lo. Gw bukan manusia yang lo
bayangkan selama ini. Saat ini gw berani nulis begini pun gara-gara gw baru
sadar, berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk memahami lo, Jes? Apakah
orang-orang di sekitar lo juga bisa memahami lo? Jika tidak, keadaan lo sama gw
gak jauh beda! Banyak orang yang mau dekat dengan kita dan memiliki kedalaman
dalam persahabatan. Tetapi karena takut, kita malah disegani orang. Ada satu
titik dalam diri kita yang tidak mau disinggung orang, dan akhirnya, orang lain
semakin menganggap kita sebagai manusia tertutup. Semoga aja lo nggak gitu,
soalnya gw begitu.
Ya,
gw tau Jes, gw sendiri bukan seperti artis korea ataupun pemain sepakbola yang
lo sukai. Gw gak punya muka putih mulus, pipi merona, suara bagus, penari
handal, atau digilai para wanita, karena gw cuma bisa maen drum sendirian tanpa
band, muka pas-pasan, dan yang deketin gw cuma anjing atau kucing piaraan dan
paling nggak di kamar gw banyak cicak yang minum kopi segelas dengan gw. Gw
juga bukan pemain sepakbola yang menjadi idaman wanita sejagad, memiliki uang
banyak atau kaya, dan bisa bermain di klub dunia, karena gw hanya manusia yang
saat ini sedang suka basket, tinggi juga nggak, napas perokok, dan yang maen
sama gw cuma anak-anak kampung di komplek sebelah sama anak-anak kuliahan yang
ngekos di samping tempat gw tinggal.
Gw
sadar kok, gw kayak pasir yang kehujanan. Tapi sori, gw lebih suka menjadi yang
seperti itu. Bukankah orang yang menerima banyak kesakitan malah makin banyak
bentuk yang dapat diterima? Gw juga gak pandai dalam main kartu, mungkin tiap
gw main poker ada aja waktunya untuk berlutut dari jam 10 malem sampe jam 12
malem. Gw rasa sih boleh aja kita bagus dalam memainkan kartu, tetapi liat juga
lawan yang dihadapi, masih ada langit di atas awan bos.
Bayangin
Jes! Lo tuh, kalo kasarnya nih ya, bikin orang bingung! Gw sih gak merasa klo
gw paham banget soal diri lo, tapi gw bisa menerima apa adanya. Lha, kalo orang
lain? Emang, gw sendiri mulai melupakan lo pelan-pelan. Gw udah merasa capek
dan memang akhirnya gw tulis di blog ini, juga soal surat cinta gw yang
terakhir. Gw juga merasa lebih baik lo cari cowo yang baru deh dalam soal
cinta, toh lo itukan cewe, tinggal pasang muka manis banyak cowok yang deket.
Lupain gw kan gampang. Siapa yang mau inget gw? Mungkin cuma satpam di Gonz
yang inget gw. Cewek-cewek pun pada lari klo liat gw! (Sampah kok diliat!)
Yah,
sebenarnya sih ya, gw juga merasakan hal yang sama dengan lo, Jes. Cuma gw
bingung. Rasanya buruk banget kalo mau ngelupain orang yang pernah percaya ama
kita. Rasanya seperti pengkhianatan. Gw sendiri gak pernah suka, bahkan sempet
pengen ngebunuh orang yang menghilangkan rasa percaya gw sama orang itu. Gw
benci kemunafikan. Gw juga gak suka orang yang setengah-setengah, apalagi gak
mau jujur. Jadi sih Jes, gw cuma minta lo juga sepakat ama gw saat ini. Tolong
hapus semua ingatan lo tentang gw! Buang barang-barang atau foto-foto, bahkan
kalo bisa jangan buka web yang berkaitan dengan gw! Hapus semua sms dan juga
hapus tuh nomor hp gw yang ada di hp lo! Gw udah ngelakuin ini dari 4 hari yang
lalu, dan rasanya hati gw lebih tenang. Mosok koe ora iso? Lo cari aja yang
baru, gw ngedukung banget! Lo buang semuanya tentang gw! Lepas status gw yang
pernah jadi salah satu manusia yang tahu rahasia lo!
Lo
tau gak Jes, kenapa gw tulis beginian? Gw hanya mencoba untuk mengerti lo. Gw
ini kurang dewasa dalam hal cinta. Gw sendiripun gak tau harus berbuat apalagi.
Mau nulis refleksi tentang lo kek, mau nulis tentang kerinduan gw kek, semuanya
bullshit! Gw sendiri akan memulai
kehidupan baru dengan masalah baru. Toh hidup kita nih ujung-ujungnya liang
kubur, siapa yang mau cuma menghabiskan waktu dengan ketidakpastian? Jadi dari
sini gw hanya mau bilang maaf sebesar-besarnya atas kesalahan gw terhadap diri
lo Jes. Mungkin gw terlalu mengganggu kehidupan lo dengan mengambil waktu lo
untuk hal bodoh yang namanya cinta. Gw sadar kok kalo gw gak pantes nerima
cinta lo. Untuk apa gw menerima cinta dari orang lain di luar gw? Orang gw
sendiri aja gak pernah mengetahui cinta itu apa, seperti apa rasa yang
sesungguhnya, atau bagaimana asyiknya cinta dalam diri gw sendiri! Yah, gw juga
minta terima kasih deh, karena lo udah memberi waktu lo yang akhirnya berujung
kesia-siaan karena nanggepin gw. Santai aja, setelah menulis ini, gw secara
pribadi akan menghilangkan nama lo Jes dari seluruh kehidupan gw. Awalnya
memang sakit, tapi semakin lama semakin ringan. Hehehe, sudah terlalu banyak
air mata untuk cinta, sekarang saatnya membuang air mata untuk sesuatu yang
lebih baik, bukankah begitu Jes?
Akhirnya
gw belajar hal penting dari ini semua. Dunia yang luas ini butuh cinta. Tetapi
bukan cinta yang menyakitkan. Sekarang adalah saatnya memberi cinta yang
sesungguhnya, yakni apa yang bisa kau perbuat untuk kehidupanmu di dunia ini?
Usahakan yang terbaik dan jadilah manusia dengan perspektif tinggi dalam
menghadapi keadaan zaman. Aku adalah aku, kamu adalah kamu. Tiada aku adalah
kamu. Maka, Jadilah dirimu sendiri! Terbanglah bebas! Buang semua parasit yang
mengganggu dirimu, yaitu AKU! Tidak usah berharap yang positif lagi tentangku,
apalagi mau menjadikanku sahabat seperti maumu! Aku pun akan melupakan
segala-galanya tentangmu. Memoriku tentangmu pun sudah mulai ku hapus. Bahkan
kalau bisa, semua yang tertulis dalam blog ini akan kukumpulkan jadi satu, dan
kujadikan buku untuk orang lain agar bisa belajar bahwa cinta yang utama adalah
cintai dirimu sendiri, baru mencintai orang lain. Dan juga jangan terlalu
banyak berharap soal cinta. Cinta itu abstrak dan kita hanya akan menemukan
perasaan saja. Toh, semuanya indah ketika kita bisa menjadikan diri kita
sebagai bagian dari dunia ini bersama dengan mereka yang lebih nyata, pasti dan
jujur. So what? Can you do that? I think you can because you're smarter than me
about this and everything! Change! Change your mind! I’m serious now! Forgeting
me is easy, right!? Do that! And I tell you that I’ve never remind you again
yesterday, now, and tomorrow. Agree with me? So, GET THE FREEDOM!!!!!