Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Senin, 13 Oktober 2014

Samudera

Seorang anak duduk di tepi pantai dengan beragam pertanyaan dalam dirinya. Ia tidak mengerti satupun jawaban atas segala pertanyaannya itu. "Mengapa air laut asin? Apa itu gelombang? Kenapa ada pasir pantai? Sampai di mana ujung lautan?", dan masih banyak lagi. Anak itu terdiam sambil memandang lautan yang tak berujung. Ia masih berdiam diri dan merasa takjub atas apa yang ia pandangi. Karena hari mulai sore, tanpa ia minta pandangannya menuju ke arah matahari terbenam. "Inikah alam tempatku hidup? Benarkah keindahan ini?" Suatu rasa mulai memainkan peran dalam diri anak itu. Sayangnya, hanya anak itu yang tau apakah itu. Tiada seorangpun yang mengerti. Anak itu mulai bergerak perlahan dan menuju penginapannya. Ia berhasil kagum dan terpesona akan apa yang baru ia alami. Dalam dirinya terdapat sebuah potongan pengalaman baru. Ia menemukan kehidupan yang baru ia sadari. Ia hanya mengatakan betapa luas samudera. Walau itu yang dikatakannya, ia tidak mengerti apa itu samudera.