Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Rabu, 28 April 2010

Jayus, tapi bisa memiliki makna

"JANGAN MAKAN DAGING ANJING DENGAN NASI KUCING NANTI BERANTEM DI PERUT, APALAGI MAKAN NASI PAKE AYAM, NANTI NASINYA DIMAKAN AYAM DI DALAM PERUT."

Hahaha, ini jayusannya seseorang. Namun dari sini ada makna yang tersembunyi. Aku memikirkannya selama 1 jam dan ternyata aku menemukan arti yang menurutku cukup mendukung kehidupan. Ya, hahaha, malu sebenarnya, tapi begini, sudah kelihatan dari kata Anjing dengan Kucing, mana ada yang saling bersahabat. Jangan disitu maksudnya coba pikir, kita tau kehidupan kita ini seutuhnya positif. Kehidupan kita ini tiada warna hitam kelam melainkan putih namun selalu ada warna hitam yang menggangu warna putih kita begitu pula hal-hal negatif yang dekat. Jika ada pertemuan antara kedua sifat itu akan terjadi sebuah pertengkaran atau perselisihan sehingga pikiran dan hati kita kacau serta ada yang namanya desolasi yakni keadaan diri di dalam kesulitan atau terpuruk dalam kesedihan karena adanya masalah. Lalu kita lihat lagi kalimat kedua, disitu maksudnya bahwa ayam itu memakan nasi dan kita andaikan ayam itu adalah sifat negatif yang datang dan nasi itu sifat positif yang telah tertanam. Hal negatif yang datang akan menghabisi semua sifat positif kita dan dari situ kita dapat memhami bahwa janganlah kita memasukkan sifat negatif secara terus menerus. Hal positif itu akan hilang. Ya memang lebih mudah menjadi negatif daripada positif. Namun ada saatnya seseorang berubah. Jika bisa melawan semuanya walau setahap demi setahap, maka dijamin sifat positif itu akan hadir lagi karena seseorang memiliki hati yang teguh dan pikiran yang kuat.

Ya, inspirasi ini hadir karena aku punya banyak sekali sifat negatif yang muncul dari tahun lalu dan membuang jauh sifat positifku. Coba aku tidak berbuat kesalahan maka aku mungkin bisa hidup kembali dalam keadaan bahagia di sekolah bersama teman-temanku, lalu coba masalah keluargaku bisa aku selesaikan dengan baik maka tiada lagi masalah keluarga yang datang, dan coba aku lebih dewasa, aku pasti tidak akan terpuruk. Maka kita semua haruslah mencoba walau itu akan menyebabkan rasa sakit yang mendalam, jauhi masalah yang kita miliki dan kita menunggu apa yang akan terjadi. Sambil menunggu sesuatu tindakan yang terjadi, kita mencari jalan keluar dan berpikir secara logis apa tindakan yang muncul. Ya, sifat positif sudah di dapat dari hal ini. Lalu setelah ada tindakan kita ikuti saja ritme yang ada maka dijamin masalah selesai walau ada pihak yang harus terbebani namun itu akan hilang karena terbiasa. 


Hahahahaha, semoga inspiratif.