Mungkin untuk diri sendiri, baik untuk sesama, atau terbaik untuk mengungkapkan perasaan (by: nikolaus philander/emsignehta)

Kamis, 29 April 2010

Tenang dan Rileks

Ah, indahnya langit biru di siang hari tadi. Saat pelajaran Bahasa Indonesia, guruku memberikan kesempatan untuk saya dan teman-teman agar membuat sebuah karya. Ya, kami diberi kesempatan untuk keluar kelas dan mencari tempat yang nyaman untuk menciptakan sebuah karya. Ya, aku langsung ke atas koridor kapel dan duduk sendiri tanpa ada yang mengganggu. Aku merasakan ketenangan dan indahnya langit siang itu. Ahhh, rasanya seperti semua beban terlepas dalam hidup ini. Coba aku bisa melepaskan beban seperti siang ini dan merasa rileks. Tentang karya tulis yang kubuat, aku hanya menulis sebuah refleksi bukan puisi ataupun cerpen, namun jika mampu aku ingin menciptakan lagu kedua tapi itu sulit. Ya, yang terpenting adalah keindahan alam saat siang ini. Angin yang berhembus menerpa seluruh tubuhku dan mengusir rasa panas matahari yang menyengat, lalu daun-daun dan pepohonan meliuk ke kanan dan ke kiri, dan yang lebih membuat nyaman adalah suara kicauan burung yang merdu. Ahhh, sayang hanya sekali. Sebenarnya bisa kulakukan tiap hari namun aku berada di kehidupan yang padat dengan waktu.

Dari sini saya mengerti bahwa ketenangan dan alam merupakan satu kesatuan untuk menciptakan keharmonisan dan membuat diri rileks sejenak sehingga beban terlepas sebentar dalam hidup. Kita bisa berpikir ke depan dan melihat serta mencari jalan baru untuk kekhidupan yang baru. Banyak sekali hal yang bisa membuat kita tenang namun siang inilah yang mebuatku bisa tenang. Jika melihat langit biru yang berpadu satu dengan awan putih seputih salju, rasanya beban tiada yang menempel di dalam diri kita. Suara burung yang bekicau menghilangkan penat dalam diri. Dan cobalah sendiri bahwa dengan ketenangan dan merasakan alam yang ada, maka adalah semua rasa rileks itu. Cobalah!